Ini Cara Yusuf Nurdiawan Tetap All Out Sebagai Guru juga Atlet

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:15 WIB
Yusuf bersama siswa SMKN Mojoagung.
Yusuf bersama siswa SMKN Mojoagung.

RadarJombang.id - Menjadi guru dan atlet bukan dua dunia yang harus dipertentangkan. Bagi Yusuf Nurdiawan, keduanya justru berjalan beriringan.

Di sekolah ia menjalankan peran sebagai pendidik. Sementara di arena tenis meja tetap berjuang sebagai atlet sekaligus pelatih.

”Kalau guru kita harus punya jiwa pendidik, mengajar dengan baik dan disiplin. Kalau atlet untuk mencapai juara kita harus punya tekad yang kuat, punya impian atau target yang kuat, jiwa disiplin dan sportivitas,” kata Yusuf Nurdiawan, guru Penjasorkes SMKN Mojoagung.

Baca Juga: Cerita Ainurrofiqi, Lulusan SMKN 1 Jombang Kini Berhasil Kerja di Jepang dari Kecintaan Nonton Anime

Menurutnya, totalitas menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Target tidak cukup hanya dibayangkan, tetapi perlu dikejar melalui latihan dan kerja keras.

Termasuk ketika tubuh mulai lelah maupun saat hasil pertandingan berakhir dengan kekalahan. Kekalahan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses menuju target yang ingin dicapai.

”Totalitas harus tetap dijaga, harus mau kerja keras, tidak putus asa,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Memaksa Anak Hafal Alquran, Begini Cara Kepala MTsN 8 Jombang Mendidik 3 Buah Hatinya

Ia juga mengingatkan atlet agar tidak kehilangan fokus setelah meraih kemenangan. Menjadi juara bukan akhir perjalanan. Masih ada kejuaraan lain yang menanti dan target berikutnya yang perlu dikejar.

”Kalau ingin jadi juara ingat tujuan dan target, jalani dengan disiplin, kerja keras. Harus melawan rasa capek, harus melawan rasa saat kalah untuk bisa bangkit lagi. Kalau pun kita juara tidak boleh sombong, karena event masih banyak, sampai titik tujuan dan target yang dicapai,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PTSMI Jombang ini.

Ia berharap atlet tenis meja di Jombang mampu menorehkan prestasi lebih tinggi, bukan hanya menjadi juara nasional, tetapi juga mampu menembus kancah internasional.

”Prosesnya memang berat, setiap hari harus latihan, durasi waktu harus ditambah, dan harus sering ikut kejuaraan untuk mengasah jam terbang biar dapat pengalaman banyak,” tuturnya.

Di luar tenis meja, Yusuf juga gemar melakukan olahraga lain, seperti gym dan renang. Menurutnya, menjaga kebugaran tidak harus selalu dilakukan melalui tenis meja.

”Sehat itu investasi masa depan. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa,” katanya.

Di luar aktivitas sebagai guru, atlet, dan pelatih, Yusuf juga menjalani kehidupan berkeluarga.

Ia menikah dengan Rifatul Maulidah dan dikaruniai dua anak. Saat ini, ia berdomisili di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. (fid)

Editor : Achmad RW
Yusuf Nurdiawan Guru Jombang profil atlet