Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Aktif di Dunia Pendidikan Sejak Jadi Penyuluh Agama Islam, Berikut Profil Lengkap Nur Khojin Kasi Pendma Kantor Kemenag Jombang

Ainul Hafidz • Minggu, 27 April 2025 | 12:02 WIB
AGEN PERUBAHAN: Kasi Pendma Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin MPdI, usai mengikuti agen perubahan zona integritas di Kemenag RI.
AGEN PERUBAHAN: Kasi Pendma Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin MPdI, usai mengikuti agen perubahan zona integritas di Kemenag RI.

RadarJombang.id – Nur Khojin MPdI punya cerita panjang sebelum mendapat amanah menjabat sebagai kepala seksi pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kemenag Jombang.

Dia PNS penyuluh agama Islam yang selama ini aktif di dunia pendidikan.

Tepatnya di Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU.

’’PNS saya penyuluh agama Islam, tugas pertama saya di Kecamatan Plandaan,’’ katanya.

Khojin lahir di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi 10 Februari 1974.

Dia sulung dari empat bersaudara. Jenjang pendidikan SD hingga SMA dihabiskan di kota kelahiran.

’’SDN Kembiritan 6 lulus 1987, dan SMPN 1 Genteng lulus 1990. Serta STM Negeri (SMKN) 6 Banyuwangi lulus 1993  sekaligus waktu itu saya mondok di Ponpes Darussalam Banyuwangi,’’ imbuh warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang ini.

Usai lulus SMK, dia sempat berkeinginan untuk mengejar ikatan dinas di salah satu maskapai penerbangan di Surabaya. Hanya saja nasib berkata lain.

’’Setelah dapat informasi pendaftaran, saya berangkat dari Banyuwangi ke Surabaya. Sampai di sana (Surabaya) pendaftaran ternyata sudah ditutup, akhirnya gagal,’’ ujarnya.

Khojin lantas memilih untuk mondok di Ponpes Al Mubarok di Desa Berbek, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

’’Saya menetap di sana sejak 1994-1997 dan menikah sewaktu masih menjadi santri,’’ tutur suami Khusmiati ini.

Baca Juga: Komitmen Tingkatkan Mutu Kualitas Pendidikan, Ini Profil Lengkap Jayat Pengawas Sekolah di Cabdindik Wilayah Kabupaten Jombang

Karena istrinya berasal dari Jombang, dia lalu bermukim di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Khojin lantas mengajar di MI Miftahul Ulum, Jombok pada 2000.

’’Dua tahun kemudian atau 2002, saya mendapat amanah menjadi Wakil Kepala MI Miftahul Ulum,’’ terangnya.

Berbagai inovasi dan prestasi kala itu dia raih. Di antaranya, meraih predikat sebagai guru teladan.

Hingga akhirnya Khojin mendapat amanah menjabat sebagai Kepala MI Miftahul Ulum 2004-2008 dan menjadi kepala madrasah teladan pada 2005.

Sejak saat itu, Khojin aktif di dunia pendidikan tingkat kabupaten. Terutama di LP Maarif NU. Khojin sekaligus menuntaskan studi S1 di STIT Raden Wijaya Mojokerto 2005.

’’Kemudian menuntaskan pascasarjana atau S2 di Unipdu Jombang 2007,’’ paparnya.

Singkat cerita, Khojin mendaftar tes CPNS yang digelar Kemenag pada 2008. Namun, bukan guru. Melainkan penyuluh agama Islam.

’’Itu tes terakhir untuk CPNS reguler, alhamdulillah lolos dan TMT (terhitung mulai tanggal) saya Januari 2009, tugas pertama di Kecamatan Plandaan sebagai penyuluh agama Islam,’’ ungkapnya.

Meski menjadi penyuluh agama Islam, Khojin tetap aktif di dunia pendidikan. Terutama di LP Maarif NU Jombang.

Ketika itu, dia sukses bersinergi antara penyuluh agama Islam dengan LP Maarif NU.

Berbagai ide dan terobosan program terus dicetuskan. Di antaranya yang paling diingat, Sawah Ijo (safari dakwah insan Jombang).

’’Teman-teman penyuluh agama ini kolaborasi dengan LP Maarif NU menggelorakan Sawah Ijo. Ada berbagai kegiatan, misalnya mengirim air bersih untuk wilayah Dusun Banyuasin (Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan) ketika krisis air bersih,’’ paparnya.

Karena aktif, dia lantas mendapat amanah menjabat sebagai sebagai sekretaris LP Maarif NU 2012-2017 dan Ketua LP Maarif NU 2017-2022.

’’Karena di LP Maarif NU itulah setiap penjuru titik madrasah yang ada di Jombang ini saya hafal dan bahkan sudah pernah saya sambangi,’’ lanjutnya.

Saking hafalnya, Khojin lantas menyebutkan sejumlah titik madrasah yang tersebar di seluruh Jombang.

Baik berada di perbatasan dengan kabupaten tetangga, maupun berada di Jombang kota.

’’Misalnya di Galengdowo (Kecamatan Wonosalam) di sana itu ada MI Sunan Ampel, di Dusun Tondowesi (Desa Klitih, Kecamatan Plandaan) ada MIN 2 Jombang yang juga pernah kami silaturahmi dan sambangi. Sementara di utara Brantas Dusun Banyuasin (Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan) itu ada MI Pancasila dan masih banyak madrasah lainnya,’’ paparnya.

Tidak hanya itu, karir sebagai PNS penyuluh agama Islam Khojin juga moncer.

Dipercaya menjabat Ketua Pokjalu (kelompok kerja penyuluh agama Islam Jombang) hingga Ketua PD (pengurus daerah) Ipari (ikatan penyuluh agama Repuplik Indonesia) Jombang, Khojin adalah penyuluh teladan Kabupaten Jombang dan provinsi Jawa Timur. 

’’Hingga pada 27 Februari 2025 saya diamanahi menjabat Kasi Pendidikan Agama Kantor Kemenag Jombang,’’ bebernya. (fid/jif)

Editor : Anggi Fridianto
#penyuluh agama #lp maarif nu #Jombang #Kasi Pendma #kantor kemenag #Kemenag Jombang #profil #agen perubahan