”Saya berusaha bekerja semaksimal mungkin sesuai tugas seorang pemimpin di desa,” ucap ibu satu anak ini. Menjabat sebagai pimpinan di desa, Arifah juga dituntut tegas, disiplin dan berwibawa. Namun pembawaannya yang murah senyum, serta ceria, membuat batasan antara atasan dan bawahan nyaris tak terlihat.
Di kalangan warganya, selain dihormati, Arifah juga dapat mengayomi serta membaur dengan beragam kalangan masyarakat. Hal itu tercermin dari suasana desa yang sangat tentram dan nyaman. Ia memiliki hubungan yang baik serta dekat dengan semua perangkat desa.
Meski kekompakannya bisa dikatakan seperti teman biasa. Namun kedisiplinan tinggi tetap dia terapkan. Terutama dalam peningkatan pelayanan masyarakat di Balai Desa Jatirejo yang dimulai pukul 07.30 hingga pukul 15.00 setiap hari. "Di luar jam kerja, diimbau dapat menyesuaikan pelayanan masyarakat," katanya.
Hal ini sebagai wujud pengabdiannya sebagai pelayan masyarakat. Semua itu didapatkannya sejak kali pertama berkarit sebagai ASN, baik di RSUD Jombang maupun Dinsos Jombang. Arifah juga pernah ditunjuk sebagai penjabat (PJ) Kepala Desa Bandung, Kecamatan Diwek.
Beberapa program kerja yang dia canangkan sudah terlaksana. Di antaranya pembangunan sarana irigasi, penerangan jalan umum, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) serta sarana mandi cuci kakus (MCK) bagi masyarakat kurang mampu.
Perekonomian warga juga mulai terangkat dengan adanya ragam pelatihan, bantuan permodalan usaha serta adanya kelompok wanita tani (KWT) yang membuat warganya lebih produktif di rumah. Baik remaja putri maupun ibu rumah tangga. Salah satunya, megembangkan potensi buah salak yang diolah menjadi makanan dan minuman.
Produk jenang salak dan sari buah salak lambat laun dapat menggerakkan serta meningkatkan perekonomian warganya. ”Tentu saja kemajuan desa ini tidak lepas dari peran semua perangkat, serta partisipasi semua masyarakat,” pungkasnya.
Selalu Punya Waktu untuk Quality Time
PADATNYA kegiatan sebagai kepala desa tak serta merta membuat tanggungjawab Arifah sebagai ibu rumah tangga, jadi terkesampingkan. Di hari libur, ia selalu menyempatkan waktu untuk berlibur bersama keluarga.
”Tanggungjawab kepada masyarakat dan keluarga harus berimbang,” sebutnya. Totalitas saat mepimpin desa dengan amanah serta penuh tanggungjawab juga dia tunjukkan saat bersama keluarga.
Momen Arifah dan Arief Hidajat di sela-sela kesibukan keduanya sebagai kades dan camat
Kesibukan sang suami Arief Hidajat yang menjabat sebagai Camat Gudo, membuat ia harus pandai membagi waktu. Memaksimalkan pekerjaan saat jam kerja. Tidak lupa memanfaatkan waktu libur bersama keluarga. Selain berlibur bersama Ophie Rosaria sang putri semata wayangnya yang sudah menikah, mereka berdua kerap meluangkan waktu bersepeda keliling desa atau berkebun.
Fisik yang sehat serta pembawaan yang ceria cukup berperan penting di setiap penampilannya. Terlebih kesibukannya sebagai kepala desa, sekaligus sebagai ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gudo. Mobilitas tinggi dan sering bertemu dengan beragam kalangan, harus ditunjang kesehatan lahir batin.
“Kondisi fisik yang bugar tentu sangat menunjang tugas saya” tutur putri kedua dari empat bersaudara pasangan (alm) Ali Muchsin dan Nusrotin ini.
Editor : M Nasikhuddin