JOMBANG - Pemdes Miagan mengubah lapangan desa menjadi Alun-alun Cemara untuk menggerakkan roda ekonomi warga desa.
Pemdes Miagan, juga menyerahkan pengelolaan Alun-alun Cemara itu kepada BUMDes Kreto Makmur.
Setiap malam, Alun-alun Cemar itu jadi sentra ekonomi karena dihuni puluhan lapak pedagang.
”Yang jualan harus masyarakat Miagan, karena tujuan dari Alun alun Cemara ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo.
Dinamakan Alun-alun Cemara terinspirasi dari riwayat Lapangan Desa Miagan.
Dulu, pernah ada dua pohon cemara besar di sisi selatan lapangan.
Sekarang cemara itu sudah mati. ”Kami bermaksud untuk uri-uri sejarah lapangan desa pada masa lalu,” jelasnya.
Ada puluhan lapak yang buka setiap hari di Alun alun Cemara. Paling ramai pada malam hari, tapi ada juga yang buka sejak pagi.
Mayoritas masyarakat menjual produk makanan. Sebagian juga wahana hiburan untuk anak-anak.
Event secara rutin dilakukan hampir setiap pekan, seperti Sabtu (18/11) ada salawat bersama yang digelar setiap Sabtu Pon.
”Kalau ada event, yang dagang juga banyak yang dari luar, kalau tidak ada event dan buka setiap hari ya warga Desa Miagan saja,” ungkapnya.
Selain itu, ada event pameran, salawatan, konser musik, salawat dan lain sebagainya.
Ada jogging track berupa paving yang mengelilingi lapangan. Lampu hias juga mempercantik ketika malam.
Tenda-tenda UKM dipercantik. Termasuk kursi taman agar semakin asyik untuk tempat nongkrong.
”Melalui berbagai sumber anggaran, Desa Miagan tetap berupaya mengembangkan pembangunan Alun alun Cemara,” tambahnya.
Salah satu rencana ke depan, akan dibuat gedung BUMDes, panggung hiburan masyarakat, kereta wisata keliling, penambahan lampu taman, dan musik gamelan.
Lebih dari itu, Alun alun Cemara juga multifungsi. Pada kesempatan tertentu alun alun juga digunakan untuk olahraga sepak bola, bola voly dan olahraga yang lain.
Sehingga semua kegiatan bisa terfasilitasi.
”Kami ingin mengadopsi konsep jalan Malioboro Yogyakarta, dan pembangunan tribun lapangan Desa Miagan, dengan konsep pendopo yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan,” pungkas Antok. (wen/bin/riz)
Editor : Achmad RW