Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Catat! Ini Strategi Short Selling Pada Trading Futures Meski Harga Turun

Achmad RW • Selasa, 22 Juli 2025 | 23:02 WIB
Ilustrasi short Selling pada Transaksi Futures
Ilustrasi short Selling pada Transaksi Futures

RadarJombang.id - Dalam trading crypto, kamu akan mengenal trading spot dan trading futures. Dimana dalam trading futures dapat meningkatkan keuntungan berlipat kali. Tetapi cara trading futures juga memiliki resiko likuidasi yang besar.

Namun, sebelum kamu melakukan trading futures yang mengandung resiko, maka kamu harus memilih aplikasi futures yang aman di Indonesia.

Dengan menggunakan platform yang telah terdaftar di Bappebti dan diawasi OJK, maka kamu bisa melakukan aktivitas trading Bitcoin dengan nyaman.

Jika kamu ingin trading Bitcoin futures maka kamu harus mempelajari bagaimana strategi dalam trading jika tidak ingin mengalami kerugian.

Salah satunya bagaimana tetap memperoleh potensi keuntungan meski harga aset crypto mengalami penurunan.

Apalagi untuk fitur trading futures belum banyak aplikasi yang menawarkan fitur ini. Meski belum banyak, saat ini sudah ada beberapa platform yang  mendukung trading futures crypto di Indonesia yang telah menyediakan fitur leverage hingga 25x dan fitur charting yang lengkap serta cocok untuk trader profesional, salah satunya adalah Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain.

Short selling atau shorting memberikan Trader kesempatan untuk tetap meraih keuntungan meskipun pasar sedang dalam kondisi bearish. Kegiatan ini hanya bisa dilakukan pada aset derivatif seperti futures.

Beruntungnya, Pintu Pro kini menyediakan pasar futures, memungkinkan kamu untuk melakukan shorting pada crypto dan meraih potensi keuntungan saat harga crypto mengalami penurunan.

Apa itu Short Selling?

Short selling atau merupakan aktivitas trading di mana seorang trader membuka posisi dengan meminjam aset crypto dari bursa untuk dijual di pasar dengan harapan harga akan turun.

Setelah itu, trader akan membeli kembali crypto tersebut ketika harganya lebih rendah dan mengembalikannya ke bursa.

Melalui short selling, trader dapat tetap menikmati keuntungan meski pasar mengalami penurunan. Namun, short selling juga memiliki risiko kerugian yang besar karena menggunakan mekanisme leverage.

Namun, melakukan short selling memerlukan strategi trading yang lebih canggih. Trader harus mempunyai pemahaman yang kuat tentang tren pasar, pergerakan harga, analisis teknikal, dan manajemen risiko yang baik.

Strategi Short Selling

Berikut adalah beberapa pola chart yang dapat dijadikan acuan saat mengambil posisi short:

1. Double Top

Double top adalah pola pembalikan bearish yang terjadi ketika harga mencapai puncaknya dua kali, tetapi tidak mampu melampaui puncak pada percobaan kedua. Di antara kedua puncak tersebut, terdapat pullback yang sedang.

Pola double top dianggap terkonfirmasi ketika harga menembus batas bawah dari titik terendah pullback sebelumnya (neckline). Keberadaan pola double top dapat menjadi sinyal untuk membuka posisi short karena harga diperkirakan akan mengalami tren koreksi.

Trader bisa menggunakan area di bawah neckline sebagai titik masuk untuk shorting. Penembusan titik ini mengonfirmasi double top dan harga diharapkan akan turun. Namun, perlu diwaspadai bahwa harga mungkin akan menguji titik neckline sebelum benar-benar mengalami penurunan.

Untuk mengurangi risiko, trader sebaiknya menggunakan stop-loss di atas titik neckline atau swing high yang terbaru. Selain itu, posisi short bisa diambil ketika harga tidak lagi mencoba menguji titik neckline tersebut dan memulai tren bearish.

Descending Triangle

Pola selanjutnya yang bisa diterapkan dalam strategi mengambil posisi short adalah descending triangle. Ini adalah pola bearish yang terbentuk dari serangkaian lower highs yang semakin mengecil seiring waktu.

Bila trader menggambar garis menghubungkan titik-titik lower high ini, maka akan terbentuk garis diagonal. Selain sekumpulan lower high, pola descending triangle juga memiliki rangkaian titik terendah yang berfungsi sebagai level dukungan.

Ketika seorang trader menggambar garis yang menghubungkan titik-titik terendah ini, akan terbentuk sebuah garis horizontal. Jika garis diagonal dan horizontal tersebut disambungkan, maka akan terlihat pola segitiga yang condong ke bawah, yaitu descending triangle.

Tempat pertemuan dua garis ini kemudian digunakan sebagai acuan untuk membuka posisi short. Apabila harga menembus level dukungan yang terdapat di garis horizontal, maka diperkirakan harga akan mengalami penurunan lebih lanjut.

Oleh karena itu, area di bawah level dukungan pada descending triangle bisa menjadi pilihan masuk yang baik. Descending triangle tidak selalu memberikan sinyal bearish. Jika harga aset berhasil breakout di sisi kanan, maka tren bearish bisa berbalik menjadi bullish.

Kamu juga bisa menempatkan target stop loss di titik resistance atau puncak lower high terakhir guna mengurangi risiko.

Head and Shoulder

Head & Shoulders merupakan pola pembalikan bearish yang dapat memberikan sinyal untuk membuka posisi short. Pola ini dimulai dengan pergerakan harga yang mencapai puncak (pundak kiri), kemudian turun, dan naik lagi ke puncak yang kedua dengan harga yang lebih tinggi.

Akhirnya, harga aset kembali turun dan membangun puncak terakhir (pundak kanan) yang mirip dengan puncak pertama. Jika dilihat, ketiga puncak ini akan terlihat seperti tiga bukit, di mana bukit tengah lebih tinggi daripada yang lainnya, menyerupai kepala dengan pundak kiri dan kanan.

Elemen terpenting dalam pola head & shoulders adalah neckline, yaitu garis yang ditarik lurus menjadi dasar saat harga bergerak turun. Jika terjadi penurunan harga setelah pundak kanan dan menembus garis ini, maka pola head & shoulders dianggap sudah terkonfirmasi.

Mirip dengan double top, trader bisa menggunakan area neckline sebagai lokasi untuk masuk. Ketika neckline berhasil ditembus, trader bisa segera membuka posisi short. Kamu bisa mengetahui lebih banyak tentang head and shoulder serta pola lainnya di sini.

Tutorial Short Selling

Apakah kamu ingin mencoba short selling tetapi masih bingung tentang cara melakukannya? Jangan khawatir, berikut adalah panduan untuk melakukan short selling yang bisa kamu lakukan.

Pada situasi ini, Risvi melihat peluang bahwa harga XRP mungkin akan turun lebih lanjut setelah mengalami tren negatif bersamaan dengan BTC yang gagal menembus angka $90.000. Mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut, Risvi memilih untuk melakukan short selling XRP.

Ini adalah langkah-langkah yang diambil Risvi:

  1. Akses aplikasi dan klik pada “Futures” untuk menuju ke halaman pasar futures perpetual, lalu klik “Futures”.
  2. Secara otomatis, kamu akan diarahkan ke aset BTCUSDT-PERP. Tekan toggle di sudut kiri atas untuk mengubah pasangan menjadi XRPUSDT-PERP.
  3. Setelah berada di pasangan XRPUSDT-PERP, Risvi ingin mengirimkan aset USDT sebagai margin agar bisa melakukan trading, dengan memilih tombol (+) di halaman ini.
  4. Setelah menyediakan aset USDT, Risvi memilih jumlah aset yang ingin ditransfer ke aplikasi Futures dan proses transfer ini tidak dikenakan biaya.
  5. Setelah mendapatkan aset USDT di aplikasi Futures, Risvi melihat grafik XRPUSDT-PERP dan menemukan tanda-tanda pergerakan harga yang menunjukkan pola descending triangle.
  6. Berdasarkan pola tersebut, Risvi mendapati level support horizontal XRPUSDT-PERP berada di sekitar 1,92. Oleh karena itu, Risvi memutuskan untuk membuka posisi short sebanyak 100 XRP dengan menggunakan limit order di level 1,8, yang merupakan area di bawah level support yang tidak mampu dipertahankan, dan menempatkan take profit di 1,6 serta stop loss di 2,1 (area resistance), kemudian memilih “Jual (Short)”.
  7. Selesai! Risvi telah berhasil membuka order short untuk XRPUSDT-PERP.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (*/riz)

Editor : Achmad RW
#bitcoin #Short Selling #futures #Trading