RadarJombang.id - Saat ini banyak muncul pemberitaan terkait seseorang yang suka menyimpan dan menimbun sampah di kamar kos.
Bahkan sampai kamar kos yang ditempati penuh dengan sampah dan berbau tak sedap, secara medis hal ini disebut dengan hoarding disorder.
Hoarding disorder merupakan perilaku gemar menimbun barang karena menganggap barang itu akan berguna dikemudian hari, mengingat pada suatu peristiwa, atau merasa aman ketika dikelilingi benda benda tersebut.
Hoarding disorder termasuk kedalam salah satu gangguan mental yang terkadang membuat pederitanya sulit diobati.
Karena penderita dari hoarding disorder ini tidak merasa bahwa perilakunya tersebut bermasalah.
Dikutip dari Laman Youtube PKJN RSJ Marzoeki Mahdi, Penyebab dari holding disorder belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan seseoarang beresiko terkena hoarding disorder, antara lain:
- Kepribadian, seseorang yang mudah ragu-ragu atau seseorang yang tidak cerdas mengambil keputusan mudah sekali mengalami gangguan hoarding disorder.
- Trauma atau pengalaman yang tidak nyaman, seperti rasa kehilangan atau perceraian hal ini juga menjadi faktor seseoarang terkena hoarding disorder.
- Genetik, atau riwayat dari keturunan keluarga.
Seseorang yang terkena hoarding disorder akan menunjukkan gejala-gejala tertentu. Beberapa gejala lain yang ditunjukkan dari pengidap hoarding disorder ini, seperti:
- Kesulitan untuk berpisah dengan barang-barangnya.
- Merasa perlu untuk menyimpan barang-barang tersebut, dan merasa kesal ketika berpikiran untuk membuangnya.
- Merasa kacau ketika tidak ada tempat lagi untuk menyimpan barang-barangnya.
- Mengalami konflik dengan orang lain, dan mencoba mengurangi atau menghilangkan kekacauan dari rumah.
- Merasa aman ketika dikelilingi oleh barang-barang yang ditimbun.
Proses penyembuhan dari hoarding disorder ini dapat menajadi tantangan karena banyak orang yang tidak sadar dampak negatif dari perilaku menimbun barang yang diilakukan.
Penyembuhan dari hoarding disorder ini meliputi:
- Psikoterapi
Pada fase terapi perilaku kognitif, seorang yang menderita hoarding disorder dokter akan melatih untuk menahan keinginan menimbun barang atau membuang barang-barang yang ditumpuk.
Terapi ini akan melibatkan anggota keluarga dari pasien dan orang terdekat pasien.
- Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan obat-obatan jika pasien menderita gangguan lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Nah itu tadi penjelasan terkait hoarding disorder. Apabila dari kalian merasa mengalami salah satu gejala dari hoarding disorder segera lakukan konsultasi dengan dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan. (Helen Setyaningsih)
Editor : Achmad RW