RadarJombang.id - Pengalaman dapat membentuk cara kita berinteraksi dengan orang lain, cara kita memandang diri sendiri, dan cara kita menangani tantangan hidup.
Bagi mereka yang masih membawa beban masa kanak-kanak, perilaku tertentu dapat tertanam dalam bahkan hingga dewasa.
Kondisi belum selesai dengan masa kanak-kanak ini bahkan bisa memengaruhi hubungan, harga diri, dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Dikutip dari Ideapod, ada 9 perilaku spesifik yang sering kali menandakan ada beban masa kanak-kanak:
1. Hubungan Tidak Stabil
Salah satu tanda paling umum dari beban masa kecil yang belum terselesaikan adalah perjuangan untuk mempertahankan hubungan yang stabil dan sehat.
Orang dengan beban masa kanak-kanak memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan yang sifatnya tidak stabil atau tidak sehat.
Atau, mereka mungkin merasa sulit memercayai orang lain dan membiarkan orang lain masuk.
Cara mengatasinya, adalah dengan mengakui masalah dan menyelesaikannya.
2. Terlalu defensif
Masalah atau beban yang belum terselesaikan dari masa kecil saya terkadang membuat orangsecara defensif. Bahkan terhadap kritikan terkecil sekalipun.
Jenis perilaku defensif ini dapat berasal dari pengalaman masa kanak-kanak di mana kritikan atau kegagalan disambut dengan hukuman atau ejekan yang keras.
Akibatnya, kita mungkin mengembangkan kebutuhan naluriah untuk melindungi diri dari potensi bahaya, bahkan ketika tidak ada ancaman nyata.
3. Resistensi terhadap perubahan
Menurut sebuah penelitian , individu yang mengalami kejadian tak terduga dan tak terkendali saat kanak-kanak cenderung lebih menyukai stabilitas dan kepastian saat dewasa.
Penolakan terhadap perubahan ini dapat terwujud dalam beragam cara, misalnya terpaku pada rutinitas yang kaku atau merasa sangat tertekan ketika menghadapi perubahan tak terduga.
Perjuangannya adalah melawan ketakutan dan ketidakamanan yang mendasarinya dan berupaya untuk menciptakan ruang aman untuk pertumbuhan dan kemampuan beradaptasi.
4. Kesulitan mengekspresikan emosi
Perilaku umum lainnya yang terlihat pada orang yang membawa beban masa kecil yang belum terselesaikan adalah kesulitan dalam mengekspresikan emosi.
Hal ini dapat berkisar dari menjadi terlalu emosional hingga menjadi benar-benar terpisah dan tidak mampu terhubung dengan perasaan mereka.
Hal ini bisa jadi merupakan hasil dari tumbuh dalam lingkungan di mana pengungkapan perasaan tidak dianjurkan atau diabaikan.
5. Ragu Pada Diri Sendiri
Orang-orang dengan masalah masa kecil yang belum terselesaikan sering kali berjuang dengan rasa ragu terhadap diri sendiri yang terus-menerus.
Hal ini dapat terwujud sebagai pertanyaan terus-menerus tentang kemampuan, keputusan, dan harga diri mereka.
6. Perfeksionis
Bila anak-anak merasa mereka harus sempurna agar dicintai, mereka akan membawa keyakinan ini hingga dewasa.
Hal ini dapat menyebabkan mereka mengejar kesempurnaan tanpa henti dan tidak mampu menghadapi kegagalan atau kritikan.
7. Kritik Dianggap Serangan
Orang-orang yang memendam beban yang belum terselesaikan dari masa kecilnya sering kali menunjukkan kepekaan yang ekstrem terhadap kritik.
Kritik sekecil apa pun dapat dianggap sebagai serangan pribadi, yang sering kali menimbulkan reaksi defensif atau kekacauan internal.
Reaksi ini biasanya berasal dari pengalaman di mana kritik digunakan sebagai bentuk hukuman atau ejekan selama masa kecil mereka.
Akibatnya, individu tersebut mungkin mengembangkan rasa takut terhadap kritik dan memandangnya sebagai ancaman, bukan alat untuk berkembang.
Membawa beban yang belum terselesaikan dari masa kanak-kanak hingga dewasa dapat berdampak besar pada cara kita menjalani hidup.
Dengan mengatasi perilaku tersebut dan masalah di baliknya, kita dapat berupaya menjalani kehidupan yang lebih seimbang, sehat, dan memuaskan. (riz)
Editor : Achmad RW