Beras Sumo Kuning Produksi Jombang Tarik dari Pasaran, Kandungan Zinc Tembus 120 Persen Klaim Label

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:35 WIB
Salah satu merek beras fortifikasi yang masuk daftar 25 produk terindikasi overclaim Kementerian Pertanian (Kementan) diketahui diproduksi di Kabupaten Jombang. Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pangan Jombang langsung melakukan sidak ke sejumlah toko dan ritel modern, Jumat (18/9) pagi.
Salah satu merek beras fortifikasi yang masuk daftar 25 produk terindikasi overclaim Kementerian Pertanian (Kementan) diketahui diproduksi di Kabupaten Jombang. Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pangan Jombang langsung melakukan sidak ke sejumlah toko dan ritel modern, Jumat (18/9) pagi.

 

JOMBANG – Produsen beras Sumo di Kabupaten Jombang mengakui produk Sumo kemasan kuning tidak sesuai dengan klaim pada label.

Kandungan zinc atau seng dalam beras fortifikasi tersebut ditemukan melampaui 120 persen dari angka yang dicantumkan pada kemasan.

Komisaris PT Sinar Makmur Komoditas Hendra Tan membenarkan Sumo kemasan kuning merupakan produk perusahaannya yang diproduksi di Jombang.

Produk tersebut masuk dalam daftar temuan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap beras fortifikasi.

”Memang betul salah satunya adalah produk kami, yaitu Sumo kemasan kuning,” kata Hendra.

Sumo kemasan kuning diluncurkan ulang sebagai kategori beras khusus sejak 2025.

Produk tersebut dipasarkan sebagai beras khusus dengan tambahan zat gizi tertentu.

”Berdasarkan hasil pemeriksaan regulator, kandungan zinc pada Sumo kuning melebihi 120 persen dari angka yang tercantum pada label,” bebernya.

Atas temuan tersebut, perusahaan menghentikan peredaran dan menarik Sumo kemasan kuning dari pasar.

Penarikan masih berlangsung karena produk telah tersebar di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Salah Satu Beras Fortifikasi Temuan Kementan Diproduksi di Jombang, Satgas Pangan Gelar Sidak

”Sebagai pelaku usaha yang patuh, kami langsung mengikuti instruksinya untuk berhenti mengedarkan dan menarik produk Sumo kemasan kuning dari pasar,” jelas Hendra.

Sebagian produk, lanjut dia, masih berada di lokasi yang jauh, termasuk di luar pulau.

Karena itu, proses penarikan belum seluruhnya rampung.

”Ada beberapa produk Sumo kemasan kuning yang berada di lokasi yang jauh, seperti di luar pulau, yang masih dalam proses penarikan,” ujarnya.

Perusahaan belum menyampaikan jumlah produk yang telah ditarik maupun stok Sumo kuning yang masih berada di pasaran.

Hendra menyebut perusahaan kini fokus menuntaskan seluruh proses penarikan terlebih dahulu.

Setelah penarikan rampung, perusahaan akan berkoordinasi dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) Jawa Timur.

Koordinasi akan membahas temuan kelebihan kandungan seng sekaligus langkah perbaikan produk.

”Setelah semua proses penarikan selesai, baru kami akan berkoordinasi dengan OKKP-D Jawa Timur mengenai temuan kelebihan kandungan gizi ini dan bagaimana solusinya supaya produk kami nantinya bisa memenuhi standar,” katanya.

Seperti dikutip dari Jawa Pos, Kementan sebelumnya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi.

Sebanyak 25 merek diduga tidak memenuhi standar gizi sesuai klaim pada label kemasan.

Salah satu produk yang masuk daftar temuan beras sumo kuning yang diproduksi di Kabupaten Jombang.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (15/9).

Pemerintah kemudian menyatakan akan menarik produk yang masuk daftar temuan dari peredaran dan menindaklanjuti dugaan pelanggarannya sesuai ketentuan. (riz/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Beras Sumo beras Jombang beras fortifikasi Jombang Kementan