Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Gus Irfan: Kepemimpinan NU Kembali ke Dzuriah Hasyim Asy’ari

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:36 WIB
KEMBALI KE TEBUIRENG: KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ziarah ke makam Mbah Hasyim, Senin (31/8).
KEMBALI KE TEBUIRENG: KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ziarah ke makam Mbah Hasyim, Senin (31/8).

 

JOMBANG – Terpilihnya Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 dinilai menjadi momentum kembalinya kepemimpinan NU kepada dzuriah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Hal itu disampaikan KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat mendampingi Gus Kikin berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Senin (31/8) sore.

Menurut Gus Irfan, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari telah mewariskan amanah besar kepada generasi setelahnya.

 Amanah tersebut berkaitan dengan dua hal penting, yakni Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama.

”Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari sudah diketahui, sudah diakui keulamaannya, sudah diakui juga perjuangan-perjuangannya di Indonesia.

Beliau memberikan amanah kepada kita semua dua hal, pertama, tentu Pesantren Tebuireng; yang kedua adalah Nahdlatul Ulama,” kata Gus Irfan.

Ia mengatakan, amanah untuk mengelola Pesantren Tebuireng hingga kini masih dipegang keluarga besar atau dzuriah KH Hasyim Asy’ari.

”Pesantren Tebuireng alhamdulillah sampai ini, sampai hari ini masih dipegang amanahnya oleh keluarga besar beliau, dzuriah beliau,” ujarnya.

Baca Juga: Pasca-Muktamar NU, Didik J Rachbini Dorong Pesantren Jadi Motor Transformasi Ekonomi dan Teknologi

Sementara untuk Nahdlatul Ulama, Gus Irfan menyebut kepemimpinan organisasi tersebut telah cukup lama berada di luar garis dzuriah Hadratussyaikh.

Karena itu, terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dinilai menjadi momentum penting.

 ”Nahdlatul Ulama sudah cukup lama dipegang bukan dzuriah beliau, tetapi alhamdulillah pagi ini kembali diserahkan kepada dzuriah beliau,” kata Gus Irfan.

Gus Kikin diketahui merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 melalui musyawarah mufakat sembilan anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Usai menerima amanah tersebut, Gus Kikin mengaku menyadari besarnya tanggung jawab yang kini diembannya. Ia menyebut jabatan Ketua Umum PBNU bukan hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga beban amanah yang serius.

”Saya ada senang, ada rasa beban, karena itu merupakan sesuatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan karena mengandung satu beban yang cukup berat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga berpesan kepada para santri Tebuireng agar terus mempelajari ilmu yang diwariskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, ilmu yang diajarkan pendiri NU tersebut memiliki kedalaman dan sangat dibutuhkan masyarakat.

 ”Terutama untuk para santri sekalian, belajarlah, ambillah pelajaran yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh.

Belajar di pondok untuk memahami ilmu-ilmu yang diajarkan di pondok, yang terutama adalah yang diwariskan oleh Hadratussyaikh,” pesannya.

Ia menambahkan, sanad keilmuan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari bersambung hingga Rasulullah Muhammad SAW.

”Karena ilmu-ilmu beliau itu tersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah Muhammad,” imbuhnya.

Baca Juga: Rais Syuriah PCNU Garut Soroti Pemilihan AHWA Muktamar NU ke-35, Singgung Potensi Kecurangan

Sementara itu, sepulang dari Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin disambut ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng. Para santri melantunkan Ya Lal Wathan dan salawat dengan iringan tim hadrah pesantren.

Setelah penyambutan tersebut, Gus Kikin bersama Gus Irfan kemudian berziarah ke kompleks makam keluarga Tebuireng.

Dalam prosesi ziarah itu, Gus Kikin membawa tongkat milik Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan melakukan tabur bunga di makam pendiri NU tersebut, makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta makam keluarga besar Tebuireng. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
KH Hasyim Asyari ponpes tebuireng jombang ketum pbnu Gus Kikin Jombang