JOMBANG – Semakin mendekati pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di PP Bahrul Ulum Tambakberas, 27–31 Agustus, para kandidat calon ketua umum PBNU mulai memastikan dukungan.
Pengasuh PP Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), menyatakan yakin bisa meraih dukungan mayoritas pemilik suara.
’’Dari hasil silaturrahim dan komunikasi, kami optimis bisa meraih dukungan di atas 60 persen dari pemilik suara,’’ kata Gus Salam, Jumat (21/8).
Dalam beberapa bulan terakhir, dia mengaku telah melakukan konsolidasi secara masif dan terstruktur ke berbagai daerah di Indonesia. Selain pertemuan secara langsung, komunikasi intensif juga terus dilakukan.
Gus Salam bersama timnya membangun komunikasi dengan seluruh fungsionaris 30 PWNU, 470 PCNU, dan PCINU.
’’Komunikasi itu kami lakukan baik dalam forum-forum tertentu maupun secara personal. Intinya, semua yang telah kami temui dan komunikasikan saat ini sudah masuk dalam Daftar Peserta Tetap atau DPT Muktamar ke-35 NU,’’ jelasnya.
Berdasarkan data DPT, terdapat 556 lembaga PWNU, PCNU, dan PCINU yang memiliki hak suara dalam Muktamar ke-35 NU. Jumlah tersebut menjadi basis bagi tim Gus Salam dalam memetakan dukungan.
’’Ada tiga alasan utama yang membuat kita optimistis mampu meraih dukungan mayoritas,’’ ucapnya.
Baca Juga: Gus Salam Soroti Netralitas Panitia Muktamar NU, Singgung Indikasi Keberpihakan
Pertama, gagasan rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pengurus NU di berbagai tingkatan.
’’Gagasan rekonsiliasi total dan menghidupkan kembali ruh perjuangan pendiri NU mendapat apresiasi yang luar biasa dari PWNU, PCNU dan PCI NU. Ini yang membangkitkan semangat khidmah mereka lagi ditengah melemahnya kepercayaan terhadap PBNU,’’ katanya.
Warga NU di daerah menginginkan kepemimpinan yang mampu mempersatukan, bukan memecah. Gagasan rekonsiliasi dinilai menjadi jalan untuk kembali pada khittah dan nilai-nilai dasar NU.
Kedua, Gus Salam menyebut dirinya dipandang sebagai calon yang merepresentasikan pesantren sekaligus figur pemimpin muda yang visioner. Gagasan tersebut dituangkan dalam buku berjudul Menjaga Langit Pesantren, dari Tradisi Menuju Peradaban.
’’Mereka mencermati visi saya tentang transformasi NU dan masa depan pesantren melalui media,’’ ujarnya.
Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin Dorong Qanun Asasi Kembali Jadi Pijakan NU
Ketiga, Gus Salam mengatakan ikhtiarnya mendapatkan kepercayaan dari para fungsionaris NU dan peserta muktamar. Baik di dalam maupun luar negeri, karena dilandasi amanat guru dan kiai. Selain itu, dia mengaku prihatin terhadap kondisi PBNU yang diterpa konflik sehingga berdampak terhadap kekuatan kelembagaan NU.
’’Ini amanat guru. Saya bertekad berjuang hingga tuntas di Muktamar ke-35 NU. Tidak lain untuk mewujudkan perintah guru-kiai saya, KH Nurul Huda Djazuli,’’ tegasnya Salam.
Meski optimistis dengan dukungan yang diklaim telah dipetakan, Gus Salam berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung sejuk dan menjaga marwah organisasi.
’’Saya berharap muktamar berlangsung sejuk, teduh, mencerminkan kedaulatan NU, independen, dan tidak dikotori dengan perilaku yang tidak berakhlak,’’ terangnya.
Dia juga mengingatkan sejumlah hal yang harus dihindari selama proses muktamar. Di antaranya politik uang, intimidasi, manipulasi, hingga intervensi dari pihak-pihak tertentu.
’’Mari kita jaga marwah Muktamar. Ini rumah kita bersama. Biarlah warga NU yang diwakili para peserta muktamar nanti, yang menentukan,’’ urainya.
(ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto