Pesan Pengasuh Madrasatul Quran Tebuireng: Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Alquran

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:24 WIB
M Naufal Yafi Al-Iqdam, Kelas 11-L MA Madrasatul Quran Tebuireng
M Naufal Yafi Al-Iqdam, Kelas 11-L MA Madrasatul Quran Tebuireng

 

Senin (17/8) di lapangan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng para santri mengikuti upacara peringatan kemerdekaan RI ke-81.

Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, KH Abdul Hadi Yusuf Alhafiz, menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan sekadar kebebasan dan kebahagiaan.

Kemerdekaan merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh generasi muda melalui semangat menuntut ilmu.

’’Kemerdekaan harus diisi dengan semangat belajar, semangat menghafalkan Quran dan mengukir prestasi,’’ tuturnya.

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan kemerdekaan dirumuskan dalam empat hal.

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Memajukan kesejahteraan umum.

Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Semua itu bisa diwujudkan ketika kita menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Orang yang menghendaki dunia harus dengan ilmu.

Baca Juga: Student Journalism: Barokah MQ Tebuireng

Orang yang menghendaki akhirat harus dengan ilmu.

Orang yang menghendaki keduanya harus dengan ilmu.

Bangsa yang kuat harus mengedepankan akhlak.

Dan akhlak Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa salam adalah Alquran.

Dakam sebuah syair diungkapkan; Sesungguhnya keberadaan bangsa-bangsa bergantung pada akhlaknya.

Jika akhlak mereka hilang, bangsa itu pun akan hilang.

Jika suatu bangsa menginginkan pemerintahan yang adil dan negara yang kuat, hendaknya bangsa itu memperbaiki akhlak para individunya.

Oleh M Naufal Yafi Al-Iqdam, Kelas 11-L MA Madrasatul Quran Tebuireng

Editor : Anggi Fridianto
pendidikan santri Pondok Pesantren Jombang Madrasatul Quran santri Jombang kemerdekaan ri