JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang memastikan akan menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah di saluran irigasi Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.
Langkah awal yang dilakukan adalah menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi sekaligus menelusuri sumber pencemaran.
Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum mengatakan, pihaknya memang belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Namun, informasi yang muncul di masyarakat akan segera ditindaklanjuti.
”Memang belum kami terima, tetapi akan kami tindak lanjuti. Teman-teman di lapangan akan kami minta verifikasi lapangan terlebih dahulu,” katanya, Jumat (31/7).
Baca Juga: 104 Titik Lahan Jombang Tercemar Limbah B3, Pemkab Perbarui Data untuk Percepat Clean-Up
Verifikasi lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi. Selain itu, petugas juga akan menelusuri potensi sumber yang diduga menjadi penyebab pencemaran.
”Akan kami telusuri dari mana potensinya itu muncul. Makanya akan kami verifikasi lapangan terlebih dahulu,” ujarnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Betek mengeluhkan kondisi air saluran irigasi yang diduga tercemar limbah industri.
Air di saluran disebut berbau menyengat, berbusa, dan berubah warna. Kondisi tersebut membuat petani khawatir karena sebagian aliran air masuk ke areal persawahan.
Salah seorang petani, Anas, mengatakan dugaan pencemaran sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, tanaman yang terdampak disebut tidak dapat tumbuh normal.
”Airnya berbau, berbusa, warnanya juga aneh, sepertinya dari limbah pabrik,” ungkapnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto