JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, tak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi. Forum permusyawaratan tertinggi NU itu juga diharapkan melahirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
’’Kami berharap dan berdoa semoga Ketua Umum PBNU yang terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, amanah dan mampu membawa NU semakin maju di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,’’ kata Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Prof Dr H Haris Supratno, kemarin.
Ketua PBNU diharapkan tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menjembatani kebutuhan warga NU menghadapi berbagai perubahan sosial dan perkembangan era digital.
Menurutnya, tantangan terbesar NU saat ini adalah meningkatkan kualitas SDM warga Nahdliyin yang tersebar di berbagai daerah, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, kepemimpinan PBNU mendatang diharapkan memberi perhatian serius terhadap sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
’’Ketua PBNU ke depan harus terfokus pada penanganan peningkatan kualitas SDM dan peningkatan kesejahteraan warga NU, terutama mereka yang kurang mampu,’’ tegasnya.
Mayoritas warga NU berada di kawasan pedesaan yang masih membutuhkan dukungan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing. Karena itu, NU harus terus memperkuat akses pendidikan mulai jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU 2026 di Jombang, Santri Bahrul Ulum Bakal Dilibatkan Layani Ribuan Muktamirin
’’Warga NU yang mayoritas tersebar di daerah pedesaan memerlukan uluran tangan dan bantuan untuk meningkatkan kualitasnya agar bisa sejajar dan bersaing di era teknologi melalui pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi,’’ katanya.
Ia juga menyambut positif penunjukan Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut sangat tepat karena Jombang memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama.
’’Penunjukan Kota Jombang sebagai lokasi Muktamar NU ke-35 sudah sangat tepat mengingat Jombang juga merupakan tempat kelahiran NU,’’ tuturnya.
Sebagai wujud menyemarakkan muktamar, Unhasy juga berkolaborasi dengan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) dan Pemkab Jombang menggelar ISFEST 2026 (ISNU Sarjana Festival). Kegiatan tersebut diisi lomba video media sosial yang meliput berbagai agenda selama muktamar berlangsung.
Unhasy dan PP ISNU juga akan menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia civitas akademika.
Prof Haris berharap Muktamar ke-35 NU melahirkan gagasan-gagasan besar yang mampu memperkuat peran NU dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan, dan daya saing warga nahdliyin di masa mendatang. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto