Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Setelah Menunggu Lama, Pembangunan Huntap Korban Longsor di Wonosalam Jombang Mulai Dipersiapkan

Ainul Hafidz • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:46 WIB
Warga terdampak longsor tinggal huntara sejak April 2025
Warga terdampak longsor tinggal huntara sejak April 2025

 

JOMBANG – Pemkab Jombang mulai mempersiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Tahun ini, pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp 130 juta untuk pematangan lahan sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik pada 2027.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti melalui Kepala Bidang Perumahan Wahyu Budi Utomo menjelaskan, kegiatan pada 2026 difokuskan pada penyiapan lahan.

 ”Untuk tahun ini hanya pematangan lahan. Pelaksanaannya sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Jarak (waktu) antara pematangan lahan dan pembangunan fisik huntap 2027 juga tidak terlalu jauh,” katanya.

Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan cut and fill, yakni menggali dan menimbun tanah agar lahan siap dibangun. Total luas lahan mencapai sekitar 2.045 meter persegi dan direncanakan menampung 13 unit rumah. ”Anggarannya sekitar Rp 130 juta, untuk lahan 2.045 meter persegi,” ujarnya.

Baca Juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Pembangunan Huntap Korban Longsor Wonosalam Mundur Tahun Depan

Saat ini, kegiatan masih dalam tahap perencanaan. Perkim sengaja mendekatkan waktu pematangan lahan dengan pembangunan fisik guna mengantisipasi risiko kerusakan lahan. ”Pertimbangannya, kalau cut and fill dilakukan terlalu lama sebelum pembangunan, dikhawatirkan terjadi longsor atau kondisi lain yang memengaruhi lahan. Karena itu pelaksanaannya kami dekatkan dengan pembangunan huntap pada 2027,” imbuhnya.

Selain rumah, pemkab juga merencanakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di kawasan tersebut. Namun, proyek TPT menjadi kegiatan terpisah dari pematangan lahan tahun ini.

Diketahui, longsor pertama terjadi pada 7 Februari 2024 di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Bencana tersebut merusak belasan rumah dan memaksa sedikitnya 36 jiwa dari 13 kepala keluarga mengungsi karena lokasi dinilai tidak aman.

Sebagai langkah darurat, pemkab membangun hunian sementara (huntara) melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sambil menunggu realisasi huntap.

Longsor susulan kembali terjadi pada Januari 2025 juga di Desa sambirejo. Peristiwa itu merusak sejumlah rumah dan menyebabkan dua korban jiwa. Pascakejadian, sekitar 28 kepala keluarga direlokasi ke huntara dan hingga kini masih menunggu pembangunan hunian tetap. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#longsor wonosalam #huntap korban longsor #sambirejo jombang #Pemkab Jombang #berita jombang hari ini