JOMBANG – Program anak asuh yang selama ini menjadi salah satu upaya membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu akan terus berjalan di lingkungan SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.
Meski hingga kini belum ada petunjuk teknis terbaru yang diterbitkan pemerintah, sekolah diminta tetap memberikan perhatian khusus kepada siswa yang menghadapi kendala ekonomi.
’’Program anak asuh akan terus bergulir. Diperintah atau tidak, setiap sekolah punya kewajiban untuk ngopeni anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, (10/6).
Kepedulian terhadap siswa kurang mampu merupakan tanggung jawab bersama seluruh satuan pendidikan.
’’Siswa tidak mampu yang sudah diterima di sekolah tertentu, apa pun kendalanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan bapak ibu guru di sekolah tersebut,’’ terangnya.
Yang penting orang tua juga harus menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada lembaga agar bisa lebih diperhatikan dan dicarikan solusi.
aBaca Juga: Lewat Sosialisasi Nutrisi dan Pola Asuh Anak, RSUD Jombang Komitmen Dukung Terwujudnya Generasi Emas
Pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan yang masih dialami sebagian masyarakat. ’’Kemiskinan hanya bisa diputus mata rantainya melalui pendidikan yang baik. Itu sudah menjadi rumus yang tidak bisa ditawar lagi,’’ tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sering menyampaikan program anak asuh tersebut.
terkait kelanjutan program anak asuh pada tahun ajaran baru, Eko mengaku masih menunggu kebijakan lebih lanjut.
”Kita memang masih menunggu petunjuk berikutnya. Tetapi kami sering mendapatkan pesan yang sama berulang-ulang dan kami yakin program itu tetap kami laksanakan,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan penetapan kuota atau kewajiban masing-masing sekolah untuk membina sejumlah siswa kurang mampu, Eko mengatakan hal tersebut masih menunggu pemetaan kondisi di lapangan setelah proses penerimaan murid baru selesai.
”Kita belum tahu petanya seperti apa. Tapi saya yakin perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan itu pasti tetap ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menegaskan semangat utama yang harus dipegang seluruh sekolah adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
”Prinsipnya harus diopeni. No child left behind begitu yang sering kali dikatakan ibu Gubernur, Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal. Perintah atau tidak, kami meyakini perhatian terhadap anak-anak yang kurang mampu harus terus dilakukan.
Dan kami menganggap arahan yang pernah disampaikan sebelumnya tetap menjadi pegangan,” pungkasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto