JOMBANG – Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi teknis dan administrasi.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelayanan publik yang optimal dan profesional.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menyatakan, tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti keahlian yang diakui secara regulasi.
’’Secara regulasi, tenaga kerja konstruksi harus memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi,’’ katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya menggelar pelatihan dan sertifikasi operator alat berat selama dua hari, 7–8 April.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Tidak hanya dari internal PUPR, tetapi juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.
Beragam jenis alat berat menjadi fokus pelatihan. Mulai dari excavator, mobile crane, tandem roller, skylift, forklift, hingga dump truck. Peserta dibekali materi dasar pada hari pertama dari akademisi Daris Siswa Nugraha.
Mencakup etika kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perawatan alat berat, serta pengenalan komponen alat.
Baca Juga: Lokasi Pabrik Ayam di Banjardowo Jombang Masuk Zona Kuning, PUPR: Tak Layak untuk Industri Besar
’’Hari kedua, peserta menjalani uji kompetensi yang difasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Petakindo Konstruksi Mandiri,’’ imbuhnya.
Uji ini menghadirkan tiga asesor berpengalaman. Kusuma Nugroho Agung Prabowo, Nugroho Arianto, dan Muh Nur Rohman. Metode penilaian berupa praktik lapangan dan wawancara.
Kebijakan peningkatan kompetensi tidak hanya berlaku bagi tenaga konstruksi di luar instansi. Tetapi juga menjadi kewajiban bagi seluruh pegawai di lingkungan PUPR.
’’Selain mensertifikatkan tenaga konstruksi di luar, saya mewajibkan seluruh pegawai di lingkup Dinas PUPR juga harus memiliki sertifikat kompetensi,’’ terangnya.
Salah satu momen yang mencuri perhatian dalam pelatihan ini yakni keikutsertaan pegawai yang akan memasuki masa purna tugas Mei mendatang. Meski mendekati akhir masa dinas, peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
’’Semoga dengan memiliki sertifikat, meskipun tidak lagi di PUPR, beliau tetap bisa berkarya di bidangnya,’’ tuturnya.
Ia pun memberikan pesan kepada generasi muda di lingkungan kerjanya untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
’’Saya berharap yang muda jangan mau kalah, harus lebih semangat lagi,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto