Radarjombang.id - Rencana usulan pembangunan flyover di Simpang Mengkreng yang diisiniasi tiga bupati, Bupati Warsubi, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, terus dimatangkan.
Proses penyusunan proposal saat ini dilakukan bersama oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dari tiga kabupaten.
’’Saat ini seluruh materi masih dalam tahap penggabungan agar menjadi satu dokumen usulan yang komprehensif,’’ kata Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, kemarin.
Targetnya, dokumen proposal tersebut bisa rampung dan ditandatangani oleh tiga kepala daerah dalam pekan ini. Setelah itu, proposal akan segera diajukan ke pemerintah pusat sebagai dasar pengusulan pembangunan.
’’Target pekan ini sudah bisa ditandatangani oleh tiga kepala daerah. Proposalnya nanti diajukan ke Kementerian PU dan Komisi V DPR RI,’’ ujarnya.
Dokumen tersebut memuat sejumlah poin penting. Di antaranya, urgensi pembangunan flyover di Simpang Mengkreng yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling krusial di wilayah perbatasan Jombang, Kediri, dan Nganjuk.
Proposal juga menegaskan kesiapan dan komitmen tiga pemerintah daerah dalam mendukung realisasi proyek tersebut. Dukungan yang dimaksud meliputi aspek perencanaan, koordinasi lintas wilayah, hingga kesiapan teknis yang dibutuhkan.
’’Intinya proposal yang kami ajukan memuat urgensi pembangunan flyover. Serta kesiapan dan kesanggupan tiga pemerintah daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan itu dalam mengatasi kemacetan di Simpang Mengkreng,’’ ungkapnya.
Tiga kepala daerah serius mengurai permasalahan kemacetan di Simpang Mengkreng. Mereka sepakat mendorong pembangunan flyover dengan mengajukan proposal ke pemerintah pusat.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan di Pos Polisi Mengkreng, Rabu (8/4). Pertemuan fokus membahas solusi atas kemacetan tahunan yang kerap terjadi, terutama saat momentum Lebaran. Selain menyamakan persepsi, ketiganya juga mencermati peta sirkulasi kendaraan sebagai dasar penyusunan rencana jalur. Flyover dinilai menjadi opsi paling realistis untuk mengurai simpul kepadatan di kawasan tersebut.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan, hasil pertemuan akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk proposal resmi. Dokumen tersebut akan diajukan ke Pemprov Jawa Timur hingga pemerintah pusat. ’’Setelah proposal rampung, kami bertiga akan menghadap Gubernur Jawa Timur, lalu ke Jakarta untuk pembahasan lanjutan,” jelasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto