JOMBANG – Rencana car free day (CFD) di Kecamatan Mojoagung menjadi pembahasan serius dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Jombang, Senin (13/4). Menghadirkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta perwakilan Karang Taruna Mojoagung sebagai pengusul.
’’RDP ini membahas usulan dari Karang Taruna Mojoagung terkait CFD. Secara prinsip kami menyambut baik, karena ini bagian dari ide kreatif masyarakat untuk mengangkat potensi lokal,’’ kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Jombang, Machwal Huda.
Ide tersebut dinilai positif, namun perlu dikaji secara komprehensif sebelum direalisasikan.
Dalam forum tersebut, sejumlah aspek krusial menjadi perhatian. Di antaranya, penentuan lokasi pelaksanaan CFD yang tidak mengganggu arus lalu lintas, terutama di jalur arteri.
’’Penentuan titik harus betul-betul diperhatikan. Jangan sampai mengganggu lalu lintas. Apalagi kalau berada di jalur utama, ini harus dihitung secara matang,’’ tegasnya.
Baca Juga: Komisi D DPRD Jombang Klarifikasi Pengadaan Chromebook Disdikbud, Ini Hasilnya
RDP juga menyoroti kesiapan pendukung lainnya. Seperti pengaturan ketertiban, keamanan, hingga penerangan jalan. Hal ini penting agar pelaksanaan CFD tidak hanya berjalan sekali, tetapi bisa berkelanjutan.
’’Muncul beberapa opsi lokasi seperti Jalan Veteran dan ring road. Namun semuanya masih akan dibahas lebih lanjut,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Sugianto, menegaskan, usulan CFD membutuhkan kajian teknis mendalam. Terutama terkait rekayasa lalu lintas dan dampak yang ditimbulkan.
’’Perlu perencanaan matang, mulai dari pengalihan arus lalu lintas, jadwal pelaksanaan, hingga siapa yang bertanggung jawab. Termasuk dampak seperti parkir dan kebersihan,’’ terangnya.
Sugianto menekankan, kegiatan tersebut harus dirancang dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
’’Harapannya kalau nanti berjalan, CFD ini tidak hanya sekali, tapi bisa berkelanjutan dan bahkan menjadi ikon,’’ tambahnya.
Perwakilan Karang Taruna Mojoagung, M Gozhi, menyampaikan, usulan CFD bertujuan untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memberi ruang aktivitas bagi masyarakat. Sehingga produk-produk lokal mojoagung juga bisa dikenal masyrakat. ’’Juga untuk meningkatkan perekonomian khususnya masyarakat mojoagung dan memberikan hiburan ke masyarakat,’’ ungkapnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto