Radarjombang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Satu unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru direncanakan dibangun di Desa Puri Semanding, Kecamatan Plandaan.
’’Pembangunan TPS3R tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Jika sesuai jadwal, pelaksanaan fisik ditargetkan mulai April mendatang,’’ kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Amin Kurniawan, kemarin.
Tahap awal akan diawali sosialisasi ke masyarakat dan musyawarah desa (Musdes). Pembangunan TPS3R ini merupakan bagian dari target Pemkab Jombang, pada 2026 seluruh kecamatan sudah memiliki TPS3R yang berfungsi. ’’Harapannya, pengelolaan sampah bisa dilakukan sejak dari sumbernya,’’ imbuhnya.
Tantangan terbesar pengelolaan sampah masih berada di hulu, pemilahan sampah dari rumah tangga. Jika sampah sudah terpilah sejak awal, volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa ditekan secara signifikan.
’’Minimal sampah yang masuk ke TPA sudah terpilah. Kalau tidak, dalam empat sampai lima tahun ke depan Jombang berpotensi mengalami darurat sampah,’’ tegasnya.
DLH Jombang juga terus melakukan evaluasi kinerja petugas kebersihan yang bekerja mulai pukul 04.00 hingga 21.30.
Tahun ini, DLH berencana menggandeng perusahaan-perusahaan di Jombang untuk program pendampingan TPS3R.
’’Dari total 27 TPS3R yang ada, sekitar tiga sampai lima titik memang perlu perhatian lebih. Secara umum sudah berjalan, tapi reduksi sampah, terutama sampah organik, masih perlu ditingkatkan,’’ ungkapnya.
Sekitar 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih perlu terus didorong. ’’Edukasi pemilahan sampah harus berkelanjutan. Ini kunci keberhasilan pengelolaan sampah dari hulu,’’ terangnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto