Radarjombang.id - Pemkab Jombang melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Jombang menggelar talkshow generasi emas strategi jitu menuju Wonosalam Maju. Dalam kegiatan itu, sejumlah pihak diajak diskusi dan berbicara bersama merumuskan kemajuan Wonosalam dalam hal potensi alam dan wisata.
Talkshow dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jombang Senin (21/10). Dihadiri sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga perwakilan ormas.
Kepala Bappeda Jombang, Danang Praptoko, menyatakan, kegiatan ini digelar untuk memetakan bersama potensi yang ada di Wonosalam.
’’Kami menyelenggarakan ini untuk bersama membincangkan bagaimana pengembangan Wonosalam ke depan, baik di sisi perkebunan, santri dan industrinya,’’ terangnya.
Bukan tanpa alasan pembahasan ini perlu dilakukan. Potensi alam Wonosalam yang luar biasa baik dari sisi perkebunan, peternakan dan wisata harusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
’’Untuk itu, kami menghadirkan dua akademisi ternama asal Jombang yang kini telah berkiprah. Serta pemangku wilayah di Wonosalam dan sejumlah pengusaha juga, agar diskusinya berjalan dua arah,’’ bebernya.
Ia berharap, dari diskusi itu akan lahir sejumlah rekomendasi penting dan strategi jitu untuk pengembangan wilayah Wonosalam.
Kepala Departemen Teknik Industri dan Sistem ITS Surabaya, Dr Ir Mokhammad Suef MSc, menyampaikan tiga strategi penting yang bisa diterapkan untuk mengembangkan Wonosalam sebagai industri.
’’Layaknya perusahaan, ada strategi menyerang, defensif atau strategi total football bahasanya. Ini harua kita diskusikan mana yang cocok,’’ terangnya.
Karena tiap strategi punya risiko dan dampak. Sehingga pembangunan harus dilakukan dengan perancanaan yang matang.
Narasumber kedua, guru besar sekaligus wakil rektor 4 ITS Surabaya, Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD, menyampaikan beberapa pandangan soal pengembangan Wonosalam.
’’Pengembangan Wonosalam harus diperhatikan adanya pusat-pusat keunggulan, dan perencanaan yang mendetail,’’ urainya.
Wonosalam bisa dijadikan sentra dan kawasan wisata halal, atau kawasan pusat unggulan durian dan lainnya.
’’Dengan pengembangan yang sesuai, Wonosalam maju bukan cuma impian,’’ ucapnya.
Diskusi kemudian mengalir. Sejumlah peserta yang hadir juga menyampaikan usulan. Sehingga diskusi berjalan dinamis.
Bupati Apresiasi, Berharap Lahirkan Usulan Solutif
SEMENTARA itu, Bupati Jombang Warsubi melalui, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, Sri Surjati, menyampaikan apresiasi talkshow yang digelar Bappeda.
Melalui pidato yang dia bacakan, bupati berharap, kegiatan itu bisa melahirkan usulan dan strategi jitu yang benar-benar dibutuhkan untuk Wonosalam.
’’Abah Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat termasuk Bappeda Jombang yang menyelenggarakan kegiatan tersebut,’’ ungkapnya.
Potensi Wonosalam yang sangat besar memang sangat butuh banyak masukan untuk terus dikembangkan. ’’Wonosalam diberi keberkahan kondisi alam yang baik dengan hasil perkebunan dan peternakan terbesar, sehingga potensi ini diharapkan dikembangkan terus,’’ urainya.
Dengan besarnya potensi wisata baik alam maupun agroedukasi yang kini telah berkembang, bupati berharap hal ini bisa terus ditambah dan dieksplorasi.
Hadirnya berbagai pihak baik dari akademisi, praktisi dan pengusaha serta pemangku wilayah dalam kegiatan tersebut, diharapkan mampu memberikan sudut pandang yang lebih luas.
’’Semoga pertemuan ini bisa melahirkan solusi yang baik untuk mengembangkan Wonosalam maju dan sejahtera untuk kita semua,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto