Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

DLH Jombang Perkuat Aksi Nyata Tuntaskan Isu Strategis Lingkungan Hidup, Begini Kiatnya

Ainul Hafidz • Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:30 WIB
INOVATIF: Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menjelaskan program RDF Seger kepada Bupati Warsubi (19/5).
INOVATIF: Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menjelaskan program RDF Seger kepada Bupati Warsubi (19/5).

Radarjombang.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menunjukkan keseriusannya dalam menuntaskan berbagai persoalan lingkungan hidup. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejumlah langkah konkret dijalankan untuk menjawab tantangan pencemaran, pengelolaan limbah, hingga penambahan tutupan lahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan. Tetapi juga pada pencegahan dan penguatan sistem lingkungan yang berkelanjutan. ’’Permasalahan lingkungan tidak bisa ditangani sendiri. Semua harus bergerak bersama,’’ ujarnya.

Salah satu fokus utama, pengendalian pencemaran air, terutama dari industri tahu di Kecamatan Jogoroto. DLH menerapkan sistem fitoremediasi di Desa Sawiji sebagai solusi alami. Serta membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Tahu bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sentra Industri Jogoroto.

Proyek ini diresmikan melalui peletakan batu pertama oleh Direktur Pengendalian Pencemaran Air Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH dan Bupati Jombang pada 16 September 2025. ’’Limbah tahu sudah lama jadi perhatian. Dengan IPAL Komunal ini, kami ingin hasilnya benar-benar terasa bagi warga,’’ kata Ulum.

Sistem ini dirancang agar ramah lingkungan sekaligus mudah diterapkan pelaku usaha kecil.

Selain limbah industri, DLH juga meluncurkan Program Pengumpul Limbah Bahan Berbaya dan Beracun (B3) Medis Skala Kabupaten. Program ini memperkuat pengelolaan limbah medis agar lebih aman dan efisien. Melibatkan 34 puskesmas di seluruh Jombang. Soft launching dilakukan pada 17 Oktober 2025 bersama Dinas Kesehatan.

’’Ini bentuk sinergi lintas sektor. Limbah medis harus dikelola dengan standar tinggi, tapi juga memberi nilai ekonomi bagi daerah,’’ ujar Ulum.

Pemkab Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati M Salmanudin juga menegaskan komitmen pengelolaan sampah melalui penerbitan Keputusan Bupati tentang Roadmap Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah 2025–2026.

’’Tahun ini kami bangun empat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru di Cukir, Keboan, Pucangsimo, dan Tanjunggunung. Targetnya bukan hanya bersih, tapi juga membuka lapangan kerja di sektor sampah,’’ terangnya.

Sementara itu, upaya peningkatan tutupan lahan dilakukan secara partisipatif. Lebih dari 1.500 pohon produktif ditanam di Desa Pakel, Bareng, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

DLH juga meluncurkan Gerakan 1 Pernikahan 1 Pohon Lestari berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Jombang.

’’Setiap kegiatan masyarakat kami arahkan untuk punya nilai ekologis. Sekecil apa pun, kalau dilakukan bersama, dampaknya besar,’’ tuturnya.

Berbagai program edukasi dan pelibatan masyarakat juga terus digalakkan. Seperti Adiwiyata, Ecopesantren, Saka Kalpataru, Duta Lingkungan, hingga Kampung Proklim. Semua diarahkan untuk membentuk kesadaran kolektif menjaga bumi Jombang tetap lestari.

’’Lingkungan bukan sekadar urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kami ingin gerakan hijau ini jadi budaya warga Jombang,’’ tegasnya. (riz/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#isu strategis #Jombang #Pemkab Jombang #Tuntaskan #DLH Jombang