Radarjombang.id - Tanggul Kali Kabuh di Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso sampai saat ini belum tertangani. Karena keterbatasan alat dan kondisi kerusakan dinilai masih berada di bawah tanggul.
’’Masih belum tertangani, kami sekarang masih menangani titik lain yang lebih mendesak,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayupancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, (8/4).
Longsoran tanggul dinilai masih belum terlalu butuh penanganan darurat. ’
’Dari sisi urgensi belum sebegitu parah, karena yang tergerus itu bagian bawah. Bukan tanggulnya,’’ terangnya.
Sedangkan ketersediaan alat berat juga terbatas. Saat ini pihaknya fokus melakukan normalisasi di sejumlah titik saluran buang.
Di antaranya di afvoer atau saluran buang Jasem di Kecamatan Diwek.
’’Alat kami fokuskan untuk menyelesaikan penanganan sepanjang 26 kilometer.
Sehingga sekarang permintaan desa kita tahan dahulu, menunggu normalisasi afvoer Jasem selesai,’’ terangnya.
Pihaknya menerima beberapa usulan dari desa agar dilakukan penanganan pada saluran buang. Namun, karena fokus menuntaskan target itu sehingga sementara ditunda terlebih dahulu.
’’Ketika ada permintaan ekskavator kita tahan dulu, karena alatnya terbatas,’’ kata Sultoni.
Tanggul Kali marmoyo di Dusun Blole Barat, Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso, longsor, Selasa (25/2) malam.
Akibatnya air meluber menggenangi permukiman warga.
’’Waktu air sungainya naik,’’ kata Kades Pandanblole Suwaji, (26/2).
Kondisi itu membuat area permukiman terdampak. Jalan hingga lahan pertanian terendam banjir. ’’Di belakang balai desa ada lima rumah warga yang kebanjiran,’’ imbuhnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto