Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Imbas Bendung Karet Jatimlerek Jombang Bocor, Pemkab Bantu Tenaga Operator

Ainul Hafidz • Selasa, 11 Februari 2025 | 13:58 WIB
DITINDAKLANJUTI: Pertemuan membahas penanganan Bendung Karet Jatimlerek di kantor Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Senin (10/2).
DITINDAKLANJUTI: Pertemuan membahas penanganan Bendung Karet Jatimlerek di kantor Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Senin (10/2).

Radarjombang.id - Pemkab menindaklanjuti keluhan petani utara Brantas lantaran Bendung Karet Jatimlerek bocor dan operator dirumahkan.

Di antaranya membantu tenaga operator. Sedikitnya 17 tenaga dari pemkab dan Pemprov Jatim diperbantukan di bendung itu.

Kepala Desa Jatimlerek Jadi menjelaskan, sudah ada pertemuan mengatasi persoalan Bendung Karet Jatimlerek, Senin (10/1).

Pertemuan yang digelar di kantor Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan mengundang berbagai pihak.

Di antaranya kepala desa di wilayah Kecamatan Ploso dan Kecamatan Plandaan, perwakilan Dinas PUPR Jombang, Dinas PU SDA (Sumber Daya Air) Jawa Timur, hingga BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. 

Sedikitnya ada dua poin hasil pertemuan itu.

”Pertama, dari dinas PUPR Jombang dan provinsi (Dinas PU SDA) Jatim membantu tenaga untuk operator dan penjagaan Dam Karet Jatimlerek,” kata Jadi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Rencananya, sebanyak 17 orang diperbantukan di Bendung Karet Jatimlerek.

Masing-masing 10 orang dari Dinas PUPR Jombang dan 7 tenaga dari Dinas PU SDA Jatim.

”Mereka akan giliran piket,” imbuh dia.

Desa yang terdampak atau selama ini mengandalkan pasokan air irigasi dari bendung juga turut membantu.

”Poin kedua, desa-desa yang terdampak juga ikut giliran jaga. Tapi, khusus malam hari mulai pukul 23.00 sampai pagi. Dimulai 11 Februari (hari ini),” ujar Jadi.

Diperbantukannya petugas di bendung itu, karena sebelumnya terdapat tujuh tenaga operator Bendung Karet Jatimlerek dirumahkan karena belum ada kejelasan terkait honor. Hanya menyisakan satu orang operator saja.

”Sedangkan pintu enam masih bocor, setiap dua jam sekali butuh dipompa supaya karetnya ini tidak kempes,” kata Jadi.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengakui, sudah menindaklanjuti persoalan itu, khususnya terkait keterbatasan tenaga operator.

”Jadi kami kemarin sudah komunikasi dengan teman-teman balai (BBWS Brantas), kami minta untuk sementara ini diisi tenaga dari kabupaten dan provinsi (Dinas PU SDA Jatim) atau dari desa yang inisiatif membantu. Dan itu diperbolehkan balai,” kata Sultoni.

Karena itu, pihaknya turut serta memperbantukan tenaga untuk mengoperasikan Bendung Karet Jatimlerek.

”Sudah diatur jam piketnya, supaya satu operator dari balai tidak sendiri mengoperasikan,” imbuh dia.

Sebab, kondisi pintu enam sampai saat ini masih rusak. Setiap dua jam sekali butuh dipompa agar karet menggembung. ”Insya Allah sudah ada kesepakatan dengan desa,” kata Sultoni. (fid/naz)

 

Editor : Achmad RW
#dam jatimlerek #Jombang #rusak