RadarJombang.id - Jebolnya sejumlah tanggul sungai Catakbanteng di Mojoagung Jombang direspons Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo.
Pj Bupati Jombang yang Senin (27/1) malam itu turun ke lokasi mengecek tanggul jebol di Dusun Kagulan, Desa Janti, kecamatan Mojoagung memerintahkan BPBD Jombang melapor ke BBWS Brantas.
Selain melapor, pihaknya juga meminta penanganan tanggul jebol serta menginstruksikan BPBD untuk mendirikan dapur umum.
”Usai meninjau tanggul yang jebol, Pj Bupati Narutomo menginstruksikan kepada BPBD agar segera menyiapkan laporan ke BBWS Brantas untuk meminta penanganan tanggul jebol,” ungkap Plt Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas (28/1).
Pj Bupati Narutomo meninjau lokasi tanggul jebol Dusun Kagulan, Desa Janti, kecamatan Mojoagung sekitar pukul 23.30.
Selain mengecek tanggul jebol jebol, Pj bupati juga meninjau dampak banjir serta meminta BPBD Jombang gerak cepat membantu warga.
”Pj bupati juga meminta BPBD sigap mendirikan dapur umum di lokasi terdampak. Tadi malam sudah didirikan di Desa Janti untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelas dia.
Dijelaskan Wiku, jebolnya tanggul dipicu derasnya aliran sungai Catakbanteng pada Senin (27/1).
Selain dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang, juga air kiriman dari wilayah hulu, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri yang juag diguyur hujan deras.
”Jadi, karena debit air tinggi mengakibatkan tanggul Sungai Catakbanteng jebol. Kemudian air meluber sampai ke Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung,” ujar Wiku kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (28/1).
Total panjang tanggul Sungai Catakbanteng di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung yang jebol sekitar 30 meter.
Baca Juga: Sudah Setahun, Pemerintah Biarkan 5 Pintu Dam Yani Jombang Rusak, Ini Dampaknya
”Ini kewenangan BBWS dan untuk sementara kita bersama warga gotong royong melakukan penanganan darurat,” jelas dia.
Selain meminta penanganan tanggul jebol, sesui perintah bupati pihaknya juga akan meminta pihak BBWS Brantas terkait perlunya dilakukan normalisasi sungai.
”Bapak Pj juga meminta kami untuk melaporkan terkait adanya pendangkalan sungai sehingga perlu dilakukan normalisasi,” terangnya.
Ia mengatakan, ada beberapa desa di sejumlah kecamatan yang terdampak luberan air akibat tanggul jebol.
Di antaranya Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Sumobito.
”Tapi sejak tadi malam yang banjir di Mojoagung dan Mojowarno berangsur surut,” tambahnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW