JOMBANG – Proyek pembangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Ahmad Dahlan belum menunjukkan progres signifikan.
Sejak pekerjaan dimulai 15 September lalu, progres proyek yang menyedot anggaran mencapai Rp 8,1 miliar belum jelas.
Sampai kini masih pembersihan lahan, dan belum menyentuh kegiatan kontruksi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo mengatakan, sampai saat ini pengerjaan di lapangan masih berjalan.
Masih ada kegiatan pembersihan hasil penebangan pohon dan sebagainya.
”Jadi sekarang masih belum kita evaluasi, Insya Allah besok (hari ini) atau Senin ada evaluasi bersama dengan tim,” kata Suwignyo.
Sampai saat ini, pengerjaan masih terfokus pada kegiatan pembersihan lahan.
Pengerjaan yang kini masih berjalan tak masuk dalam jadwal pekerjaan pelaksana proyek.
Sebab, sejak dimulainya proyek itu pertengahan September lalu, butuh waktu hingga satu minggu lebih.
”Jadi itu tidak masuk progres pekerjaan karena waktu yang dibutuhkan lumayan lama, mungkin Sabtu nanti baru selesai,” ujar Suwignyo.
Pihaknya menunggu hasil evaluasi bersama tim. Ketika progress pengerjaan persentasenya minus bakal dikebut pada pengurukan.
”Kalaupun itu belum terhitung, akan kita kejar persentase pekerjaan di minggu berikutnya. Yang jelas pembersihan diselesaikan dulu, habis itu pengurukan. Karena yang diuruk semua, totalnya 1,7 hektare,” kata Suwignyo.
Seperti diketahui, pembangunan sentra PKL di Jalan KH A Dahlan merupakan salah satu proyek strategis daerah 2023.
Setelah sempat gagal tender, proyek dengan pagu paket sebesar Rp 10,2 miliar dilakukan tender ulang.
Hasilnya, PT Noval Indo Pratama ditetapkan sebagai pemenang lelang.
Mengingat sekarang sudah memasuki awal Oktober penyedia hanya memiliki waktu 2,5 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Lantaran pelaksanaan pekerjaan dimulai 15 September hingga 14 Desember.
PT Noval Indo Pratama ditetapkan sebagai pemenang dengan angka penawaran sebesar Rp 8.113.189.600,00. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW