JOMBANG – Rangkaian HKAN 2023, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi konservasi lingkungan di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kamis (10/8).
Sosialiasi untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023 yang jatuh setiap 10 Agustus. Acara ditutup dengan aksi penanaman 20 pohon endemik Wonosalam.
Pantauan di lokasi, sosialisasi digelar di Balai Ageng Giri Kedaton Kampung Adat Segunung. Hadir dalam kegiatan itu, Kabid Konservasi Lingkungan DLH Jombang Lilik Purwati, Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Prawono Meruanto, perwakilan aparatur kecamatan, pemdes serta puluhan peserta dari pemerhati lingkungan.
Kegiatan sosialisasi mengusung tema “Jiwa yang Damai di dalam Harmoni Rimba Belantara” dibuka Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Konservasi Lingkungan Lilik Purwati.
Dipilihnya Desa Carangwulung lantaran untuk konservasi pihaknya fokus di Kecamatan Wonosalam. Sebab, selain menjadi daerah penyangga Kabupaten Jombang, Wonosalam juga memiliki banyak sumber mata air. ”Karena hampir 80 persen sumber mata air Jombang ada di Wonosalam,” lanjut Lilik.
Harapannya Desa Carangwulung nantinya menyusul desa lainnya yang lebih dulu konsen ke konservasi lingkungan. Salah satu dicontohkan Desa Panglungan yang baru-baru ini menerima penghargaan dari pemerintah pusat.
”Konservasi di Carangwulung sebenarnya sudah jalan dan bagus, cuma belum dikenal secara luas. Kemarin di Panglungan sudah dikenal nasional setelah mendapat penghargaan dari Kemenpan-RB,” tuturnya.
Potensi di desa setempat, lanjut Lilik, juga cukup bagus. Tidak kalah dengan desa lainnya. ”Alangkah bangganya ketika Jombang punya desa yang konsen dengan konservasi, ekowisata, wisata edukasi, dan lainnya,” imbuhnya.
Peringatan HKAN juga dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Puncak peringatan itu, lanjut Lilik, dihelat di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Kalimantan Tengah.
”Tujuannya ingin memasyarakatkan terkait konservasi alam. Ke depan bukan lagi himbauan dan arahan, tetapi sudah menjadi sikap atau budaya kita sehari-hari,” singkatnya.
DLH mengapresiasi dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa Carangwulung yang telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi. Terlihat warga sangat antusias mengikuti kegiatan serta aktif bertanya.
Selain materi, peringatan HKAN juga ditandai dengan aksi penanaman 20 pohon endemik Kecamatan Wonosalam. Secara simbolis pohon diberikan Kabid Teknis BBKSDA Jawa Timur Prawono Meruanto ke Kabid Konservasi Lingkungan DLH Jombang Lilik Purwati, dilanjutkan ke pemdes dan perwakilan pemerhati lingkungan. Pohon kemudian ditanam di belakang balai. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW