JOMBANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang melakukan penguatan dan peningkatan kapasitas TP PKK di Ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang, Rabu (5/7) kemarin. Kegiatan diikuti 327 perwakilan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK) mulai tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.
Kegiatan dibuka Bupati Jombang Mundjidah Wahab. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Jombang Wiwin Isnawati Sumrambah, Kepala DPMD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto serta seluruh tim penggerak se-Kabupaten Jombang.
”Alhamdulillah kita bersyukur, hari ini (kemarin) dapat melaksanakan kewajiban kita menguatkan kelembagaan dan peningkatan kapasitas TP PKK kecamatan, desa dan kelurahan,” kata Sholahuddin kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (5/7).
Sholahuddin menerangkan, kegiatan ini diikuti sekitar 327 peserta. Mereka dari TPP kecamatan, TP PKK desa hingga TP PKK kelurahan. ”Peserta TP PKK kecamatan 21 orang, desa dan kelurahan sebanyak 306 orang,” imbuh dia.
Sesuai aturan yang ada, lanjut Sholahuddin, pihaknya mengundang seluruh jajaran TP PKK. ”Di antaranya sesuai UU 6/2014 tentang Desa, lalu Permendagri 18/2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa, yang diakui ada enam salah satunya PKK, serta Perda 8/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jombang,” ujar Sholahuddin.
Diharapkan, ke depan bisa meningkatkan kapasitas PKK. Baik di tingkat kecamatan hingga desa, sehingga berdampak signifikan kepada masyarakat.
”Karena tujuan acara ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pembentukan sikap, dan perilaku seluruh anggota tim,” tutur dia.
Dengan begitu, lanjut Sholahuddin, ketika menjalankan tugas di lapangan masing-masing semakin siap serta sudah terjalin koordinasi lebih baik.
”Karena sebagai penggali, pengembang potensi masyarakat. Khususnya di keluarga menjadi pembina, motivator serta penggerak masyarakat gotong royong, swadaya dalam mewujudkan pembangunan partisipatif,” lanjut Sholahuddin.
Menurut Sholahuddin, para peserta notabene ibu-ibu mempunyai peran penting khususnya bagi sang suami saat menjalankan tugas melayani masyarakat.
”Karena waktu saya tugas di kelurahan dan kecamatan ada sedikit bahasa “kalau ibu-ibu ini berdaya, bapak menjadi perkasa”. Maksudya bapak akan kuat dalam segala hal, karena peran PKK menjadi pendorong dan motivator, sehingga bapak yang di depan bisa lebih baik lagi,” kata Sholahuddin. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW