”Jadi begini, kami sudah mengetahui diuruk mandiri oleh pedagang, bukan dari pemerintah daerah, tapi sudah kita rencanakan masuk anggaran P-APBD 2023,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/5).
Meski sudah ada rencana dianggarkan pada P-APBD 2023 nanti, pihaknya tetap merespon positif sikap cepat yang diambil para pedagang. ”Pedagang tidak sabar menunggu kalau harus (P-APBD 2023), yang terpenting dikerjakan rapi dan bagus. Sehingga tetap kita dampingi biar tidak ada masalah,” imbuh dia.
Pihknya juga sudah menyampaikan kepada pedagang terkait material pengurukan agar bagian atau permukaan diplester. ”Jadi diuruk dahulu lalu atasnya diplester, tidak apa-apa begitu,” ujar Harris.
Dia menambahkan, pengundian tempat kios semua sudah rampung. Saat ini, tinggal menuggu seluruh pedagang boyongan. ”Insya Allah minggu depan sudah bisa ditempati, terakhir pengundian sebelah belakang atau gledek (meja),” tuturnya.
Sehingga untuk relokasi sementara yang dihuni pedagang bakal segera dibongkar. Pembongkaran dilakukan bila seluruh kios siap ditempati. Menunggu pedagang selesai pindahan dulu. ”Jadi nanti dilelang lagi sebelum dibongkar. Ada sendiri yang bongkar,” pungkas dia.
Seperti diketahui, Pasar Pon Jombang dirombak tahun lalu dengan menghabiskan anggaran Rp 3,9 miliar. Dibangun 72 kios, 7 toko serta 20 kios cadangan. Selain itu ada 75 tempat untuk lesehan. Namun pengerjaan proyek ini molor hingga akhir tahun. Pekerjaan yang seharusnya selesai sesuai kontrak 16 Desember 2022, diberikan addendum hingga 3 Februari 2023. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW