Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang Bambang Suntowo menuturkan, sampai saat ini kursi itu masih dijabat pelaksana tugas (Plt). ”Iya, sampai hari ini untuk eselon II b yang kosong di Direktur RSUD Jombang saja,” kata Bambang dikonfirmasi Rabu (3/8).
Dijelaskan, tak ada perubahan nama Plt yang menjabat. ”Pak Budi (Budi Nugroho, Red), Plt sampai September,” imbuh dia.
Dia pun tak bisa memastikan kapan akan dilakukan pengisian jabatan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada petunjuk dari bupati selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Belum ada, tapi prosesnya seleksi terbuka dan harus ada izin KASN terlebih dahulu,” ujar Bambang.
Karena belum jelas, sampai saat ini tim pansel juga belum dibentuk. ”Teknisnya sama dengan yang lain, karena rumah sakit (RSUD Jombang, Red) masih bersifat OPD. Jadi penerapannya sama dengan (pengisian jabatan kosong, Red) OPD lain,” tutur dia.
Selain kursi Direktur RSUD yang kosong, beberapa pejabat jabatan eselon II b sebentar lagi memasuki masa pernatugas. Sehingga dipastikan jumlah kursi II b kosong bakal bertambah.
Di antaranya, Inspektur Kabupaten Jombang Eka Suprasetyo Agus Putranto memasuki purnatugas per 1 September. ”Untuk eselon II b ada pak Eka itu pensiun 1 September, lalu pak Eksan (Kepala Bapenda, Red) 1 Desember dan Pak Heru Perkim (Dinas Perkim, Red) awal tahun depan,” tutur Bambang.
Meski demikian, diakui sebelumnya terdapat satu OPD dilakukan seleksi terbuka sebelum pejabatnya purnatugas. Yakni Sekretaris DPRD Jombang. ”Bisa jadi nanti seperti itu, cuma saya belum dapat petunjuk dari ibu (Bupati Jombang, Red) untuk bagaimana. Yang jelas dalam waktu dekat,” kata Bambang.
Seperti diberitakan sebelumnya, kekosongan jabatan Direktur RSUD Jombang memantik respons dewan. Para wakil rakyat mendorong segera dilakukan pengisian, mengingat tugas dan tanggung jawab besar yang diemban rumah sakit pelat merah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW