Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pakai Current Meter, Dinas PUPR Lakukan Kalibrasi Alat Ukur Debit Air

Binti Rohmatin • Senin, 22 Juni 2020 | 21:35 WIB
Pakai Current Meter, Dinas PUPR Lakukan Kalibrasi Alat Ukur Debit Air
Pakai Current Meter, Dinas PUPR Lakukan Kalibrasi Alat Ukur Debit Air


JOMBANG – Dinas PUPR Jombang melakukan kalibrasi (pengaturan dan pengecekan) alat ukur dua saluran. Masing-masing Saluran Sekunder Melik dan Sentul di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh.


Mifathul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang mengatakan, kalibrasi itu dilakukan menggunakan alat berupa current meter atau pengukur kecepatan arus air. “Jadi fungsinya untuk mengukur kecepatan air. Tujuannya supaya mengetahui apakah alat ukur ini sudah sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya Minggu (21/6) kemarin.


Dijelaskan, itu dilakukan lantaran kondisi saluran tak seluruhnya lancar. Sebagian mengalami sedimentasi, sehingga berpengaruh pada alat ukur itu. “Alat ukur debit ini kan secara berkala mestinya harus dicek lagi. Misal debit airnya ini kebutuhanya 10 meter kibik per detik, apakah benar masih segitu per detiknya,” imbuh dia.


Karena itu lanjut Ulum, kalibrasi dirasa perlu dilakukan, sehingga pihaknya bisa mengetahui tingkat akurasi alat ukur debit air di dua saluran. “Íntinya kalibrasi ini bertujuan untuk mengukur kecepatan air,” sambung Ulum.


Kalibrasi ini  kata Ulum, juga pertama kali dilakukan pihaknya. Yakni menggunakan current meter. “Jadi bentuknya ini digital, ada baling-balingnya. Cara pengukurannya pun sudah ada petunjuknya,” ungkap Ulum.


Penggunaan alat itu juga baru dilakukan kali ini. “Sebenarnya alat pengukurnya ini banyak, memang dua unit currrent meter ini baru permulaan. Harapannya kalau nanti sudah lancar semua UPT akan kita beri dan ada pelatiihan,” papar dia.


Dengan harapan setiap juru pengairan di masing-masing saluran bisa melakukan kalibrasi sendiri. “Karena alatnya ini bisa dipakai dimana saja. Mau titik yang mana bisa dipindah,” pungkas Ulum.


 


 


Jamin Ketersediaan Air Irigasi


SEMENTARA,  kegiatan kalibrasi penting dilakukan untuk mengetahui debit air, salah satunya sebagai dasar pembagian air ke petani sesuai kebutuhan.


“Dalam jaringan irigasi teknis, banyak debit air yang mengalir ke dalam saluran harus dapat diukur seksama. Supaya pembagian air dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” kata Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang.


Sesuai dengan kebutuhan air tanam selama pengolahan tanah. Baik pembibitan, pertumbuhan, dan ketika pemasakan buah. “Sedangkan bangunan ukur debit yang biasa digunakan berupa bangunan pelimpah, dengan ambang lebar ataupun tajam,” imbuh dia.


Menurut Ulum, bangunan ukur itu biasanya difungsikan sebagai pengontrol. “Ini dimaksudkan supaya mendapat taraf muka air yang direncanakan bisa mengalir dengan debit tertentu sesuai kebutuhan,” terang Ulum.


Dikatakan, untuk kalibrasi menggunakan current meter itu pengujiannya bertujuan menyesuaikan keluaran pengukuran besaran standar yang berlaku. Setelah masing-masing alat komponen dirakit.


“Untuk pengujian pengukuran kecepatan di lapangan ini bertujuan melihat kerja alat current meter pada saluran. Dengan cara membandingkan hasil pengukuran kedua, macam propeller satu dengan lainnya,” beber dia.


Untuk itu perlunya dua saluran itu dilakukan kalibrasi. “Kebutuhan sesuai dengan kondisi air, misal butuh 10 liter. Ternyata kita cek tinggal 8 liter, berarti alat ini tidak cocok. Jadi perlu dikalibrasi atau dicocokkan lagi,” pungkas Ulum.

Editor : Binti Rohmatin