RadarJombang.id – Angin kencang menerjang enam titik di Kecamatan Tembelang dan Megaluh, Jombang, Selasa (2/12) sore.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan.
Sementara seorang pekerja bangunan terluka setelah tertimpa material pendopo yang roboh.
Dsri data yang dihimpun, salah satu titik yang jadi lokasi bencana ini adalah Dusun Ngrawan, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang.
"Di Ngrawan kejadiannya sekitar pukul 02.15, awalnya mwndung gelap kemudian hujan deras disertai angin kencang," terang Syukur Ghozali, Kasun Ngrawan.
Kejadian itu, diaebutnya merusak sejunlah rumah warga. "Ada dua rumah yang terdampak di Dusun Ngrawan, atapnya terbang kena angin, di Dusun/Desa Pesantren juga ada dua rumah," lontarnya.
Tak hanya itu, hujan deras dan angin kencang itu juga merobohkan sebuah gazebo kayu yang tengah dalam pembangunan.
"Yang di Gazebo itu ada yang tertimpa bangunan, itu pekerjanya yang berlindung di bawahnya, warga Mojowarno, sudah dibawa ke rumah sakit juga," terangnya.
Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas membenarkan kejadian itu.
Berdasarkan laporan yang dimilikinya, angin kencang itu melanda sejunlah desa di Kecamatan Tembelang dan Megaluh.
"Dsri hasil asesmen tim di lapangan, yang terdampak tiga desa di dua kecamatan. desa Pesantren Kecamatan Tembelang, di Kecamatan Megaluh ada Desa Sidomulyo dan Desa Sudimoro," terangnya.
Di Desa Pesantren, Wiku menywbut dampaknya menerpa sejumlah runah di tiga dusun, yakni Dusun Pesantren, Dusun Ngrawan dan Dusun Kedunglempuk.
"Total tiga rumah rusak ringan di tiga dusun tersebut, satu lagi bangunan gazebo belum jadi yang ambruk dan menimpa pekerja," lontarnya.
Sementara di Desa Sudimoro, angin kencang merusak satu rumah di Dusun Sudimoro. Sedangkan di Desa Sidomulyo, angin kencang merusak sebuah rumah di Dusun Kandangan.
"Seluruh rumah yang terdampak masih bisa ditempati. Beberapa warga mendapat bantuan terpal untuk penanganan awal," tambahnya.
Dalam waktu dekat, BPBD Jombang akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk pembersihan material, penanganan darurat, hingga edukasi konstruksi bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi angin kencang, terutama pada bangunan yang belum selesai atau memiliki struktur ringan,” tutur Wiku. (riz)
Editor : Achmad RW