RadarJombang.id – Bus Pariwisata PHD Trans mengalami kecelakaan di KM 688.400 B Tol Jombang Mojokerto Jumat (16/8) pagi.
Namun, hingga sore, bangkai bus Pariwisata PHD Trans di tol Jombang Mojokerto itu belum bisa dievakuasi dari lokasi kejadian.
Sejumlah kendala, menghalangi proses evakuasi bangkai bus pariwisata itu.
“Untuk proses evakuasi bus, sampai saat ini masih terus diupayakan,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Iptu Anang Setiyanto jumat (16/8) sore.
Anang menjelaskan, proses evakuasi memang sudah dilakukan sejak Jumat pagi.
Namun, parahnya kerusakan pada bus membuat proses evakuasi ini mengalami kendala.
“Bagian roda terlepas, sekarang masih proses evakuasi mengingat as kendaraan juga ada yang patah,” ungkapnya.
Sementara itu, sopir bus yakni Rizki Alfan Khoiri, 33, warga Malang masih dilakukan pemerintah secara intensif.
Polisi, bahkan telah melakukan tes urine kepadanya.
"Sopir masih kita lakukan pemeriksaan insentif, Hasil tes urine dinyatakan nihil," jelasnya.
Ditanya terkait kenek bus Asep Gunawan, 24, warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang menjadi korban dalam kecelakaan itu, Anang menjelaskan jika korban telah dibawa ke rumah duka.
Baca Juga: Remaja Naik Motor Boncengan Tiga Disambar Bus AKDP di Jalur Arteri Jombang, Dua Orang Tewas
"Korban sudah dibawa oleh pihak keluarga," ungkap Anang.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi di tol Jomo yang melibatkan bus Pariwisata PHD Trans nopol AG 7055 UW.
Bus pariwisata ini, melaju dari arah Malang menuju ke Nganjuk, saat dilokasi kejadian tepatnya di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, sopir bus kehilangan kendali hingga terguling.
Dalam kejadian itu, sopir bus dan satu sopir pengganti mengalami luka-luka.
Sementara kernetnya tewas setelah terlempar dari kendaraan. (riz)
Editor : Achmad RW