JombangBanget.id – Geng motor kembali berulah di Jombang.
Kali ini, AP, 24, pemuda asal Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Jombang menjadi korban aksi brutal bandit jalanan di flyover Peterongan, Jombang, Minggu (30/4) dini hari.
Akibat dikroyok, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan punggung.
Beruntung, salah satu pelaku berhasil diamankan.
Data dihimpun peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 02.00.
Korban saat itu berboncengan motor dengan salah satu rekannya hendak pulang ke rumahnya usai mengikuti latihan silat di Desa Plandi, Kecamatan Jombang.
”Korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Mojongapit,” terang Kapolsek Peterongan Iptu Solikin Budi.
Setelah mengisi BBM, korban melanjutkan perjalanan pulang.
Nahas, sesampainya di bawah flyover Peterongan, korban dan rekannya berhenti untuk membeli pentol.
Saat akan pulang, tiba-tiba ada rombongan konvoi sepeda motor berpakaian hitam dari arah timur ke barat. ”Sekitar 10 orang,” imbuh Iptu Solikin.
Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba salah satu gerombolan gangster yang berboncengan tiga orang berhenti dan menghampir korban dan memukul wajah korban berkali-kali.
”Rombongan konvoi lainnya ikut turun dan memukuli korban dengan tongkat besi ke area badan korban,” imbuh dia.
Beruntung aksi brutal kawanan geng motor ini dihentikan warga.
Mengetahui warga semakin banyak, gerombolan ganster ini berusaha kabur.
Korban dengan sigap mengejar dan berhasil menangkap salah satu pelaku, yakni Muhammad Nur Candra, 20.
Pemuda asal Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso ini pun sempat jadi sasaran amuk massa.
Tak berselang lama polisi tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.
”Korban dan pelaku dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan,” ujar Solikin.
Atas kejadian itu korban mengalami luka robek di bagian mulut, tiga gigi atas depan patah, punggung kanan memar.
Pelaku kini diamankan di Mapolsek Peterongan.
Selain mengamankan satu pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya potongan besi juga sebuah kaos.
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menaikkan status Muhammad Nur Chandra sebagai tersangka.
”Statusnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kita masih memburu pelaku yang lain,” tegas Iptu Solikin. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz