RadarJombang.id - Ratusan anggota perguruan silat yang melakukan aksi geber-geber motor dan berkonvoi dan menganggu jalan diamankan polisi, ke Mapolres Jombang, Sabtu (9/3) sore.
Ratusan anggota perguruan silat itu, meramaikan jalannya pengesahan anggota baru di wilayah Mojoagung, dengan cara konvoi di jalanan.
Lantaran meresahkan masyarakat dan penggunaan jalan, aparat kepolisian yang berseragam preman berusaha mengamankan rombongan liar (Romli) perguruan silat tersebut.
Sontak aksi saling kejar-kejaran antara petugas dengan pesilat sempat terjadi.
Namun lantaran aparat kepolisian sudah mengantisipasi hal tersebut, akhirnya 169 lebih anggota perguruan silat, diamankan sementara waktu di Polres Jombang.
Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi menjelaskan, anggota polres Jombang melakukan pengamanan giat pengesahan yang dilakukan salah satu perguruan silat di Mojoagung.
"Itu kan sebagai peringatan. Yang terpenting adalah kegiatan (pengesahan anggota baru) teman-teman perguruan silat di Mojoagung, itu kan sudah selesai," kata Eko.
Dan anggota perguruan silat yang diamankan polisi, sambung Eko merupakan bentuk warning bagi siapapun dan kelompok apapun yang hendak mengganggu suasana Kamtibmas di Jombang.
"Mereka (anggota perguruan yang diamankan) itu kan pengikut, yang melakukan pengesahan sudah selesai. Nah pengikutnya ini yang kita amankan di Mako," ujarnya.
Eko menegaskan pengamanan terhadap anggota perguruan silat yang konvoi itu, juga sekaligus bentuk antisipasi adanya gangguan Kamtibmas di masyarakat.
"Kita amankan ini untuk apa, ya tujuannya agar tidak terjadi keributan di jala raya maupun di tempat-tempat umum," tuturnya.
Baca Juga: Keroyok dan Bacok Pesilat Lain, Pendekar Bocil Meringkuk di Bui
Dari laporan anggota Satreskrim Polres Jombang, sedikitnya ada puluhan anggota perguruan silat yang diamankan. Mereka diamankan lantaran melakukan konvoi di jalan raya.
"Ada 169 orang yang diamankan. Ini kan sebagai antisipasi adanya gangguan Kamtibmas. Supaya Jombang ini tetap kondusif," kata Eko.
Ia pun menyebut bahwa mayoritas anggota perguruan silat yang diamankan berasal dari luar Jombang.
"Dari identifikasi, mereka ini dari satu perguruan silat, tapi dari beberapa kabupaten, seperti Nganjuk, Mojokerto dan Kediri," ujar Eko.
Dan kepada puluhan anggota perguruan silat tersebut, setelah didata nantinya akan diserahkan kepada orangtuanya masing-masing.
"Dan alhamdulilah tadi tidak terjadi keributan. Selanjutnya nanti anak-anak perguruan silat ini akan dikeluarkan dengan dijemput oleh orangtuanya untuk selanjutnya bisa diajak pulang," tuturnya.
Selain itu, Eko mengingatkan pada seluruh masyarakat yang ada di Jombang, agar tidak mencoba-coba untuk mengganggu kondusifitas Kabupaten Jombang.
Dan bagi yang melakukan hal tersebut, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.
"Kita imbau pada masyarakat di Jombang agar turut serta menjaga situasi Kamtibmas di Jombang," kata Eko. (riz)
Editor : Achmad RW