JOMBANG – Aksi pencurian menimpa sebuah sepeda motor yang diparkir di Puskesmas Mojowarno Jombang Jumat (24/11) dini hari.
Motor yang hilang itu, adalah milik salah satu pasien yang sedang menunggu suaminya yang dirawat di Puskesmas Mojowarno.
Akibat kejadian pencurian sepeda motor itu, korban menderita kerugian hingga belasan juta rupiah.
”Kejadiannya tidak tahu pukul berapa, namun saya ketahui sekitar pukul 05.00,” ungkap Fatimahthuz Zahroh, 22, pemilik motor kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Lebih lanjut, warga Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno menceritakan aksi pencurian diketahui Jumat (24/5) pagi.
Saat itu, ia tengah menunggui suaminya yang sedang dirawat karena terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Mojowarno.
Saat datang, ia membawa motor Honda Vario nopol L 6774 AAC.
”Karena saya menginap, motor diminta untuk diparkir di tempat parkir motor karyawan, posisinya juga digembok tempatnya,” ungkapnya.
Sekitar pukul 04.30, ia mengantar suaminya ke toilet yang lokasinya tak jauh dari parkiran itu.
“Saat suami saya ke toilet, posisi motor masih ada dan terparkir, gerbang juga masih tergembok,” ungkapnya.
Namun, sekitar 30 menit kemudian saat ia pamit pulang untuk mengambil pakaian, ia tak melihat lagi sepeda motornya di parkiran.
Baca Juga: Para Pengguna Motor, Persiapkanlah Kelengkapan Ini Saat Musim Hujan Datang
Ia makin terkejut karena kondisi gembok gerbang sudah dirusak. ”Helm saya sudah pindah ke bak sampah saat itu, motornya sudah tidak ada,” tambahnya.
Ia makin bingung lantaran saat bertanya kepada petugas, tak ada CCTV yang bisa diakses.
Fatimah pun mengaku hanya bisa pasrah lantaran upayanya meminta tanggung jawab ke pihak puskesmas juga tidak berhasil.
”Pihak puskesmas berdalih karena tidak ditarik retribusi parkir maka tidak ada tanggung jawab. Kasusnya juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian,” ungkapnya sembari menunjukkan bukti lapor yang ia miliki.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Mojowarno Sri Wahyuningsih membenarkan kejadian itu.
Pihaknya menyebut, kejadian itu sudah dilaporkan kepadanya dan pihak puskesmas juga mendampingi korban untuk melapor ke pihak kepolisian.
”Posisi malam itu yang berjaga memang harus merujuk tiga orang sehingga mungkin pengawasan kurang. Dan setelah kejadian itu CCTV waktu kita cek juga rusak, sehingga memang tidak terlihat,” ungkapnya.
Setelah laporan itu, pihak kepolisian juga telah melakukan olah kejadian perkara di lokasi.
”Kemarin sempat diupayakan untuk melihat CCTV dari bangnuan di depan,” lontarnya.
Sri Wahyuni juga membenarkan, pihak pasien yang kehilangan itu sempat meminta ganti rugi akibat kehilangan itu. Kendati demikian pihaknya juga tak bisa berbuat banyak.
”Karena itu parkir tidak ada pengelolanya ya, dan kami tidak menarik retribusi ya memang kami tidak bisa memberi ganti rugi,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW