Bambang Dwijo Pranowo, Kalaksa BPBD Jombang mengatakan, dari pendataan sementara, dampak hujan deras dan angin kencang yang terjadi Selasa (9/2) sore merusak sejumlah bangunan. ”Sampai sekarang masih terus kita lakukan pendataan. Proses evakuasi juga masih berjalan di lapangan,” terang Bambang Kamis (9/2) malam.
Di Kecamatan Jombang, ada, 7 rumah di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang yang terdampak angin kencang. Sementara di Kecamatan Sumobito, angin merusak , 5 rumah di Dusun Ingaspendowo, Desa Sumobito juga 2 lain rumah di Desa Trawasan.
Di Kecamatan Perak, 1 rumah di Dusun Genuk, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak juga rusak akibat angin itu. Sementara di Kecamatan Bandarkedungmulyo, angin kencang juga memporak-porandakan Kantor Kecamatan Bandarkedungmulyo. "Untuk kerusakan kantoe kecamatan ditangani darurat oleh BPBD dengan pemasangan terpal," imbuhnya.
Selain itu, di Kecamatan Peterongan, bangunan MI Al Hidayah di Dusun Pagotan, Desa Keplaksari, juga rusak. ""Proses penanganan sejumlah kerusakan ditangani petugas gabungan dari BPBD, proses kaji cepat juga tengah berlangsung," lontarnya.
Bambang menambahkan, selain bangunan rumah, angin kencang juga mengakibatkan belasan pohon peneduh jalan ambruk. Di antaranya sebanyak 4 pohon di Jl KH Wahid Hasyim, Jl Kusuma Bangsa, depan balai Desa Kepatihan, Jl Buya Hamka, Gang Suling, depan Balai Desa Sengon, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Jl Raya Bandarkedungmulyo, perempatan Alun-Alun Jombang, Jl Ingas Pandowo, Kecamatan Sumobito, Desa Banjardowo, dua pohon di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek dan Pulo Asri. ”Sebagian menutup jalan, beberapa juga menimpa rumah warga,” imbuhnya.
Ditanya korban jiwa atau pun luka akibat kejadian tersebut, Bambang menyebut sementara belum ada laporan terkait itu. ”Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa, teman-teman masih terus mendata di lapangan,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW