"Kejadiannya sekitar pukul 7.50, dua orang korbannya satu meninggal dunia di lokasi," terang Kepala Departemen Layanan Operasi Jalan Tol PT Astra Infratol Jomo, Zanuar Firmanto.
Ia menjelaskan, truk nopol W 8420 UF itu sedang membawa muatan cabai dan berjalan dari arah Jombang ke arah barat. Truk yang disopiri Abdul Rasek, 27, warga Kelurahan Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo itu sedang berjalan dengan kecepatan tinggi. "Posisi arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi," lanjutnya.
Sesampainya di kilometer 672.000 B atau tepat sebelum melintasi jembatan Sungai Konto, truk ini tiba-tiba saja oleng ke arah kanan lantaran kehilangan kendali. "Dugaannya ada unsur kelelahan atau mengantuk," lontarnya.
Bodi depan truk, menabrak pembatas median wirerope, kemudian menabrak barrier beton yang juga jadi pembatas tengah jembatan layang. "Posisi akhir kendaraan menghadap kebarat tersangkut barrier beton bagian depan truk menggantung ke bawah. Sementara sopir dan keneknya juga terlempar ke bawah jembatan layang," imbuhnya.
Akibat kejadian itu, bodi truk mengalami kerusakan parah. Sedangkan Rasek, sopir truk tewas setelah tubuhnya terlempar dan mendarat di beton di bawah jembatan layang. sementara keneknya Rizal Pratama, 24, warga Desa Wringinanom, Kecamatan Penarikan, Situbondo mengalai luka berat. "Untuk korban sudah dievakuasi, penanganannya dilimpahkan ke Satlantas Polres Jombang dan PJR Polda Jatim," tambah Zanuar.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Imam Setiyanto membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga menyebut korban meninggal kini telah berada di kamar jenazah, sementara untuk korban luka kini menjalani perawatan. "Korban sudah dirawat di RSUD Jombang," ungkapnya.
Sementara kendaraan truk yang terlibat kecelakaan, kini diamankan di mako Satlantas Polres Jombang guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. "Petugas tadi juga sudah melakukan olah TKP, untuk penyebab pasti kecelakaan masih didalami," pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW