”Kejadiannya setelah pesta kembang api. Sekitar pukul 00.30, di perempatan alun-alun,” terang Dwi Cahyo, saksi mata kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Cahyo menjelaskan, awalnya ketiga remaja ini mengendarai sepeda motor berkeliling di sekitaran Alun-Alun Jombang. Entah apa penyebabnya, mereka tiba-tiba saja terlibat cekcok dengan warga di lokasi. ”Sempat diteriaki maling, terus dikejar-kejar juga sampai akhirnya tertangkap dan dihajar di perempatan itu,” lontarnya.
Beruntung, petugas Satpol PP sigap memberikan pertolongan. ”Awalnya dikerumuni orang, terus ada pak satpol yang melerai,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Aan Ananta, Kasi Opsdal Satpol PP Jombang membenarkan kejadian itu. ”Saat ini ketiganya sudah kita amankan, masih kita lakukan pendataan,” terangnya.
Ketiga remaja itu masing-masing AS, 18, warga Kecamatan Megaluh, BS, 16 asal Kecamatan Jogoroto dan NV, 15, remaja perempuan asal Kenjeran, Surabaya. ”Dua laki-laki, yang satu lagi perempuan. Usia ketiganya masih belasan tahun. Mereka seperti anjal begitu,” ungkapnya.
Aan menjelaskan, ketiganya saat itu menaiki sebuah sepeda motor jenis Suzuki RC dan berjalan bersama dua temannya yang lain. Saat melintas di sekitaran Alun-Alun Jombang, diduga para remaja ini menggeber-nggeber suara motor terlalu keras. Sehingga memancing warga di lokasi. ”Ya lainnya tenang mereka ini malah geber-geber, akhirnya dipukuli itu. Tapi yang kena cuma tiga, yang dua anak lagi kabur,” tambahnya.
Usai diamankan petugas, ketiganya dibawa ke kantor Satpol PP Jombang untuk diamankan sekaligus menerima pembinaan. ”Kita berikan pembinaan yang jelas, sebelum nanti dilepaskan dan diperbolehkan pulang,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW