Dari data yang dihimpun di lokasi, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.45. Saat itu, remaja putri yang diperkirakan berusia 16 tahun itu sedang berupaya menumpang pada sebuah truk tronton. “Kita posisi mau naik truk tronton kosongan, kita sudah naik terus dia datang belakangan,” terang Agape Kristiyo Gandawa Nagari, 15, rekan korban.
Saat korban akan naik truk, lampu lalu lintas di pertigaan Cukir kemudian menyala hijau. Truk pun mulai berjalan. “Dia teriak-teriak, terus naik truk, belum sampai atas setelah itu terjatuh,” tambahnya. Menurut Agape, korban mendrita luka parah pada bagian kepala setelah terjatuh dari truk. “Yang luka kepalanya, sama kakinya terseret, meninggal,” tambahnya.
Agape menyebut, remaja perempuan itu baru saja bertemu dengan mereka di simpang tiga Cukir. Ia pun mengaku tak tahu identitas rekan barunya itu. “Ndak tahu namanya, baru ketemu juga terus mau bareng naik truk,” pungkasnya.
Sementara menurut, Slamet, 57, saksi lain di lokasi menyebut korban memang terjatuh ke aspal dengan posisi kepala terlebih dahulu. Setelah jatuh dan tak bergerak, sejumlah anjal lain mendatangi korban dan membopongnya ke pinggir jalan.”Sudah naik, terus jatuh kepalanya duluan, sempat diangkat temannya sendiri terus meninggal itu,” ungkap pria yang juga tukang becak di dekat lokasi ini.
Beberapa saat kemudian, petugas dari Polsek Diwek datang ke lokasi. Selain melakukan olah kejadian perkara, polisi juga langsung membawa jenazah korban menuju rumah sakit. “Keterangan sementara, ini tadi anak punk mau nggandol (numpang, red) truk terus jatuh. Sama temannya, kepalanya terluka, tewas di lokasi," terang Kanit Sabhara Polsek Diwek Iptu Slamet Hariyono.
Diungkapkan Hariyono, polisi tidak menemukan identitas apapun pada tubuh korban. Ia meperkirakan, korban masih di berusia kurang dari 17 tahun. "Mereka ada tujuh orang, kata temannya dari Pagu Kediri. Temannya tidak ada yang kenal. Tidak ada identitasnya juga," pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW