“Kejadiannya sekitar pukul 15.30, waktu karnaval sedang berlangsung,” terang Suradi, Kades Bangsri. Ia menjelaskan, karnaval ini semula berjalan normal. Barno, yang juga warga Dusun/Desa Bangsri itu sedang berjalan bersama rombongan karnavalnya.
Namun, saat berada di jalan Sembung-Jambe, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli batu itu merasa lemas dan kelelahan. Ia pun akhirnya berhenti dan dinaikkan ke pikap milik rombongan itu. “Meninggalnya saat di atas pikap itu,” lanjutnya.
Meninggalnya warga lansia saat karnaval itu, dibenarkan Kapolsek Plandaan AKP Pranan Edi. Dari data yang diterimanya, korban Barno, memang tengah berjoget mengikuti karnaval saat itu. Hingga ia akhirnya merasa tak kuat dan lemas. “Korban sempat ditolong warga sebelum meniggal di atas pikap,” ungkap Pranan saat dikonfirmasi Minggu (27/8) malam.
Usai kejadian itu, Pranan menyebut telah mendatangi keluarga korban. Setelah dipastikan tak ada bekas tanda penganiayaan, Pranan menyebut keluarga korban mengaku ikhlas dengan kematian Barno itu. “Keluarga mengaku ikhlas, sehingga jenazah langsung dimakamkan. Penyebab kematian diduga faktor usia dan kelelahan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW