“Longsor terjadi sekitar pukul 13.30, berada di empat dusun, Dusun Jarak Krajan, Dusun Sungkul, Dusun Jarak Kebun, dan Dusun Tegalrejo,” terang Agus Darminto Kepala Desa Jarak, saat dihubungi via sambungan selulernya, Kamis (16/6) petang. Seluruh tebing longsor setelah hujan deras melanda desa sejak pukul 11.00.
Di Dusun Jarak Krajan misalnya, longsor berdekatan dengan balai desa. Sementara di Dusun Sungkul, longsoran menimpa jalan meski tak terlalu berat. Di Desa Jarak Kebun, longsoran tanah sempat menutup akses jalan warga sekitar. “Yang paling parah di Tegalrejo, luas sampai 25 meter dan menimpa satu rumah milik warga,” lanjutnya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam ini. Satu rumah yang tertimpa longsor kini telah dikosongkan. Sambil menunggu pengerukan tanah, semua penghuni rumah harus mengungsi. “Diungsikan dulu sementara di rumah saudara,” tambahnya.
Di beberapa titik, longsor juga sempat menutup akses jalan warga sekitar. Hingga Kamis sore, upaya pembersihan material tanah masih dilakukan secara swadaya. Di beberapa titik sudah aman, jalannya sudah bisa dilintasi. "Khusus yang di Jarak Kebun sudah bisa dilintasi motor, besok rencana untuk dibersihkan seluruhnya,” pungkas dia. (riz/bin) Editor : Achmad RW