Selasa (28/4) saya mengikuti lomba MTQ tingkat Kabupaten Jombang cabang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ). Alhamdulillah berhasil meraih juara dua. ’’Ikut saja, siapa tahu bisa juara,’’ kata guru ngaji saya, Ustadah Ummu Habibah.
Beliau selalu memotivasi agar semangat ikut lomba. Menang kalah bukan tujuan. Yang penting bisa mensyiarkan Alquran.
Sebelumnya, saya mengikuti MTQ di Gresik cabang Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 20 juz pada 19–20 April. Alhamdulillah saya mendapat juara tiga.
Bukanlah suatu hal yang mudah untuk beralih, dari sebelumnya mengikuti MHQ menjadi MFQ dalam waktu yang berdekatan.
Baca Juga: Student Journalism: Panen Hasil SIKAP
Tapi alhamdulillah semua ini dapat terlaksana dengan lancar dan membuahkan hasil. Ini semua berkat dukungan orang tua, guru dan teman.
Minggu (26/4) saya mengikuti wisuda Alqur'an bil ghaib 30 juz di PP Putri Walisongo, Cukir, Jombang. ’’Ikut wisuda sekarang saja, hafalannya sudah lancar,’’ kata pembina saya, Ustadah Ummu.
Saya mengikuti wisuda di kelas 2 MTs. Saya menghafal Alqur'an sejak kelas 2 SD dan baru khatam kelas 6 SD.
Untuk bisa menggapai semua ini dibutuhkan proses yang panjang. Dan yang paling utama, tujuan dari semua ini adalah nderes Alquran. Istiqamah menjaga Alquran. Tidak meninggalkan Alquran.
’’Orang yang ahli Quran harus rendah hati seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ pesan guru saya.
Oleh: Rahma Azelia Alfatian, Kelas 9 PQ-1 MTs Perguruan Muallimat Cukir
Editor : Anggi Fridianto