Sulingjar 2026 Resmi Dimulai Lebih Awal, Disdikbud Jombang Terbitkan Edaran untuk Guru

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB
FOKUS: Kepala SMPN 3 Jombang, Wiwik Astutik, mengerjakan sulingjar bersama dengan guru SMPN 3 Jombang di laboratorium komputer, Selasa (21/7).
FOKUS: Kepala SMPN 3 Jombang, Wiwik Astutik, mengerjakan sulingjar bersama dengan guru SMPN 3 Jombang di laboratorium komputer, Selasa (21/7).

 

JOMBANG – Pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 resmi dimajukan. Jika semula dijadwalkan berlangsung pada 3–31 Agustus 2026, kini dimulai lebih awal, 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Perubahan jadwal dilakukan untuk mempercepat penerbitan Rapor Pendidikan.

’’Sulingjar diperuntukkan bagi kepala sekolah dan guru. Kami juga sudah menerbitkan surat edaran untuk seluruh guru yang ditandatangani oleh kepala dinas,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, kemarin.

 Hasil Survei Lingkungan Belajar menjadi salah satu instrumen penting dalam memotret kualitas lingkungan belajar di satuan pendidikan. Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program peningkatan mutu pendidikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, menegaskan, seluruh guru yang memenuhi persyaratan wajib mengikuti Sulingjar. Syaratnya yakni memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Baca Juga: Jelang Penutupan Sulingjar, Puluhan Guru di Jombang Belum Lakukan Pengisian, Ini Dampaknya

’’Dulu Survei Lingkungan Belajar menjadi satu rangkaian dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), tetapi sekarang pelaksanaannya berdiri sendiri,’’ jelasnya.

Di tingkat sekolah, pelaksanaan Sulingjar mulai difasilitasi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Kepala SMPN 3 Jombang, Wiwik Astutik, mengatakan, sebanyak 35 guru di sekolahnya mengikuti survei tersebut.

’’Syaratnya guru harus memiliki NUPTK, terdata di Dapodik, dan memiliki akun belajar.id. Di SMPN 3 Jombang ada 35 guru yang mengikuti Sulingjar,’’ bebernya.

Survei tersebut berisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan belajar di sekolah. Termasuk aspek karakter, keamanan, perlindungan, hingga iklim pembelajaran.

Ia meminta seluruh guru mengisi survei secara jujur sesuai kondisi yang ada di sekolah. Sebab, hasil Sulingjar akan memengaruhi potret mutu pendidikan dalam Rapor Pendidikan.

’’Pesan kami, isilah sesuai kondisi yang sebenarnya. Kalau memang sudah dilakukan di sekolah, jawab sesuai fakta. Harapannya hasilnya baik dan berdampak positif terhadap Rapor Pendidikan maupun kinerja sekolah,’’ tuturnya.

Untuk menyelesaikan satu sesi Survei Lingkungan Belajar, guru membutuhkan waktu 15–20 menit. Pengisian tidak harus dilakukan secara bersamaan dan dapat disesuaikan dengan waktu luang guru selama rentang jadwal pelaksanaan.

’’Supaya tidak mengganggu pembelajaran, guru bisa mengerjakan saat jam kosong atau ketika tidak sedang mengajar. Sekolah juga memfasilitasi pelaksanaan di laboratorium komputer, dan kami memiliki dua laboratorium yang bisa digunakan,’’ paparnya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
Sulingjar 2026 Guru Jombang rapor pendidikan pendidikan jombang disdikbud jombang