Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ba’i Kepala SMAN Kabuh Jombang, Genjot Mutu Pendidikan, Target Lulusan Tembus PTN

Anggi Fridianto • Senin, 4 Mei 2026 | 08:09 WIB
TEGAS: Kepala SMAN Kabuh, Ba’i SPd MMPd, bersama istri saat pisah sambut di SMAN Kabuh Desember 2022
TEGAS: Kepala SMAN Kabuh, Ba’i SPd MMPd, bersama istri saat pisah sambut di SMAN Kabuh Desember 2022

 

JOMBANG – Kepala SMAN Kabuh, Ba’i MMPd, dikenal sebagai kepala sekolah yang ulet dan disiplin tinggi. Ia punya komitmen menggenjot mutu pendidikan untuk mendorong lulusan tembus Perguruan tinggi negeri (PTN).

Ba’i mengawali pengabdian sebagai guru olahraga di SMPN Sukorame sejak 1997. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter disiplin dan semangat kerja. Pada 2003, ia lolos seleksi CPNS dan mendapat tugas mengajar di SMAN Blubluk Lamongan.

Pengabdian di SMAN Blubluk berlangsung cukup lama. Di sekolah itu, ia tidak hanya mengajar, namun juga dipercaya mengemban amanah sebagai wakil kepala sekolah selama empat tahun. Pengalaman manajerial tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan karier berikutnya.

Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah definitif, Ba’i juga pernah mengemban amanah sebagai Plt Kepala SMAN Kesamben selama tujuh bulan. Plt SMAN Ploso pada 2025. Juga pernah Plt SMAN 3 Jombang pada 2026. Hingga akhirnya pada 2022, ia dipercaya menjadi kepala SMAN Kabuh Jombang.

Ba’i menegaskan, setiap perjalanan karier selalu ia jalani dengan komitmen yang sama. Meningkatkan mutu pendidikan menjadi tujuan utama. ”Dimanapun ditugaskan, kita punya komitmen meningkatkan mutu maupun kualitas pendidikan di sekolah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia aktif memberikan motivasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan, sekaligus mendorong semangat belajar siswa. Peran kepala sekolah, menurutnya, tidak hanya sebatas pengelola, namun juga penggerak. ”Menjadi kepala sekolah juga seorang motivator, utamanya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh warga sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Guru SMAN Kabuh Karyono: Guru Fondasi Kedua Pendidikan Anak  

Target besar pun dipasang. Ba’i ingin lulusan SMAN Kabuh mampu bersaing dan diterima di perguruan tinggi negeri dalam jumlah sebanyak mungkin. ”Salah satu target kita adalah mengantarkan anak-anak untuk masuk PTN sebanyak-banyaknya,” terangnya.

Sosok Ba’i dikenal supel dan rendah hati. Ia merupakan putra pasangan Saimo dan Rasipah, lahir di Lamongan pada 2 April 1969. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman bersama delapan saudara.

Perjalanannya pendidikan dimulai dari SDN 1 Kedungpring. Kemudian ke SMP Muhammadiyah Lamongan dan SMA Pancamarga Kedungpring Lamongan. Sejak kecil, ia telah bercita-cita menjadi guru. Tekad itu diwujudkan melalui pendidikan D3. Kemudian melanjutkan ke S1 di IKIP PGRI Kediri jurusan olahraga dan lulus pada 2001. Ia juga menuntaskan pendidikan pascasarjana di Institut Teknologi Surabaya jurusan Manajemen Pendidikan pada 2007.

Di luar aktivitas sebagai kepala sekolah, Ba’i tetap menjaga konsistensi sebagai insan olahraga. Ia rutin meluangkan waktu untuk berolahraga di tengah kesibukan. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran sekaligus investasi kesehatan jangka panjang. ’’Olahraga selalu rutin. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga investasi kesehatan kita di masa depan,” ujarnya.

Pengalaman di bidang olahraga juga tidak singkat. Saat mengajar di Lamongan, Ba’i pernah aktif sebagai pengurus KONI di cabang olahraga wushu. Namun, seiring meningkatnya tanggung jawab, ia memilih fokus menjalankan amanah di dunia pendidikan.

Dalam kehidupan pribadi, Ba’i menikah dengan Sri Mustari asal Lamongan. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua anak, Agus Hardianto dan Tommy Hardianto. 

 

Dorong Pendidikan Adaptif dan Berkarakter

 

Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi refleksi penting bagi Kepala SMAN Kabuh, Ba’i MMPd, dalam melihat arah pendidikan saat ini. Ia menilai, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin dinamis, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi.

”Peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Sekolah harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta daya saing siswa agar siap menghadapi masa depan,’’ terangnya.

Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai motor penggerak perubahan. Guru tidak hanya menyampaikan materi, namun juga menjadi sumber motivasi bagi siswa. Lingkungan belajar yang kondusif dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul.

Baca Juga: 254 Siswa SMAN Kabuh Jombang Ikuti Tryout TKA, Jadi Ajang Persiapan Masuk Perguruan Tinggi

Selain itu, Ba’i mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran. ”Dengan pendekatan yang kreatif dan adaptif diperlukan agar siswa mampu berpikir kritis dan solutif di tengah perkembangan zaman,’’ paparnya.

Pendidikan harus berjalan seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. ”Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki integritas dan kepedulian sosial,’’ urainya.

Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Ba’i optimistis dunia pendidikan akan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Komitmen, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (ang/jif)

 

 

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Bai #kepala sman kabuh #Mutu Pendidikan #Jombang