Radarjombang.id – Siswa sekolah dan madrasah di Kabupaten Jombang mulai menjalani libur Ramadan hingga Lebaran hari ini, Sabtu (14/3). Jadwal tersebut berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
’’Jadwal libur tersebut hanya berlaku bagi siswa,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, kemarin.
Pemberitahuan pembelajaran tatap muka (PTM) Ramadan sudah diedarkan pada 20 Februari lalu. Di siitu dijelaskan, hari efektif fakultatif dilaksanakan mulai 9 hingga 14 Maret.
Selanjutnya, pembelajaran efektif kembali dilaksanakan mulai 30 Maret.
’’Jadwal tersebut berlaku untuk seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.
Meski siswa libur, guru dan tenaga kependidikan tetap menyesuaikan dengan kebijakan libur umum, hari besar keagamaan, serta cuti bersama bagi pegawai.
Hal serupa juga diterapkan di lingkungan madrasah di bawah Kementerian Agama. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin, mengatakan, madrasah juga mulai libur pada Sabtu (14/3) dan akan kembali masuk pada 30 Maret.
Namun demikian, jadwal tersebut bersifat fleksibel bagi madrasah yang berada di lingkungan pondok pesantren. Hal ini karena jadwal libur menyesuaikan dengan agenda dan kebijakan masing-masing pondok.
’’Madrasah yang berada di lingkungan pondok biasanya menyesuaikan dengan jadwal libur pondok,’’ ucapnya. Sebagai gantinya, biasanya madrasah yang berada di lingkungan pondok tetap masuk pada hari libur nasional, dan di libur awal puasa tidak dilakukan.
Pelaksanaan pembelajaran tetap mengacu pada kalender pendidikan masing-masing lembaga dan tidak boleh mengurangi jumlah jam belajar efektif. Pada semester ganjil sebanyak 137 jam pelajaran. Sedangkan semester genap sebanyak 129 jam pelajaran.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno, menyampaikan, madrasah yang dipimpinnya telah lebih dulu memasuki masa libur Ramadan. MAN 3 Jombang yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mulai libur Senin (9/3) dan masuk kembali pada Selasa (31/3).
’’Kami menyesuaikan dengan jadwal pondok, karena mayoritas siswa adalah santri pondok,’’ ungkapnya
(wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto