Radarjombang.id – Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Jombang, Nur Hasan Effendi, mengingatkan seluruh sekolah menengah atas agar tidak lupa melakukan finalisasi pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam rangka persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Nur Hasan menyampaikan, hingga saat ini proses pendaftaran akun SNPMB untuk sekolah di Kabupaten Jombang berjalan lancar tanpa kendala berarti.
”Untuk akun SNPMB sekolah semuanya sudah daftar dan berhasil. Tidak ada kendala apa-apa,” ujar Nur Hasan. Pengisian PDSS Sekolah terakhir harus selesai 2 Februari 2026.
Ia menambahkan, proses pengisian akun sekolah dan PDSS juga relatif mudah, terutama bagi sekolah yang telah menggunakan sistem e-rapor.
”Tidak ada kendala untuk mengisi akun sekolah dan PDSS, apalagi yang sudah menggunakan e-rapor. Itu sangat dimudahkan,” jelasnya.
Namun demikian, Nur Hasan menekankan pentingnya tahapan finalisasi PDSS. Pasalnya, setelah data difinalisasi, seluruh informasi yang telah diunggah tidak dapat diubah kembali.
”Kalau sudah difinalisasi, data PDSS tidak bisa diubah. Tetapi sebelum difinalisasi, jika misalnya ada siswa yang mengundurkan diri dari SNBP, masih bisa diganti dengan siswa lain yang peringkatnya di bawah,” terangnya.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan SNBP tahun sebelumnya, masih ditemukan sekolah yang lupa melakukan finalisasi PDSS. Akibatnya, ada siswa yang gagal mendaftar SNBP meskipun telah memenuhi syarat.
”Mungkin tahun lalu ada yang lupa finalisasi sehingga ada anak yang tidak bisa daftar SNBP. Sekarang sekolah sudah kami wanti-wanti betul agar tidak lupa finalisasi. Biasanya sekolah keasyikan membina anak-anak untuk mendaftar, sampai lupa klik finalisasi. Itu bahaya, dampaknya bisa fatal,” tegas Nur Hasan.
Hingga Senin (26/1), dari 47 SMA negeri dan swasta, yang sudah selesai pengisian PDSS ada 17 sekolah, sedangkan yang belum mengisi PDSS ada enam yang belum melakukan pengisian. Sedangkan jenjang SMK ada 71 sekolah. 22 SMK sudah selesai pengisian, 15 yang belum mengisi PDSS. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto