Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

PKM Unhasy Kembangkan Energi Hijau untuk Batik Jombang, Ini Caranya

Achmad RW • Jumat, 28 November 2025 | 13:59 WIB
Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara
Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara

Radarjombang.id –Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

Kali ini dengan mitra Pesona Batik Jombang di Desa Jabon, Kecamatan Jombang. Program ini bertujuan mengembangkan seni budaya nusantara melalui inovasi. Kususnya penerapan teknologi listrik panel surya untuk mendukung operasional usaha batik berbasis energi hijau.

’’Program ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran penerapan teknologi energi terbarukan di masyarakat,’’ kata Ketua Tim Pelaksana PKM, Sumarsono SSi MMT, kemarin.

PKM skema PISN didanai DPPM–Dirjen Risbang Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Kemendiktisainstek) 2025. Tim terdiri dari empat dosen Unhasy. Sumarsono SSi MMT sebagai ketua. Serta Totok Yulianto ST MT, Fatma Ayu Nuning Farida Afiatna SSi MT, dan Jati Widyo Leksono SPd MPd.

Panel surya berkapasitas 1000 watt dipasang untuk memenuhi kebutuhan listrik di galeri Pesona Batik Jombang. Energi tersebut digunakan untuk sistem dekorasi lampu LED. Perangkat komputer berbasis QR Code untuk akuisisi barang.

Kompor pemanas malam untuk batik tulis. Serta kebutuhan penerangan dan kipas di galeri.

Sistem yang diterapkan bersifat hybrid. Panel surya sebagai sumber utama pengisi tiga baterai bertegangan 12 volt. Sementara listrik PLN berfungsi sebagai pendukung ketika cuaca mendung atau saat terjadi pemadaman listrik.

Panel surya yang digunakan terdiri dari dua unit monocrystalline 200 WP. Ini mampu tetap memberikan input 20–30 watt meski kondisi cahaya redup.

Sistem ini dilengkapi Inverter dan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Solar Charge Controller (MPPT SCC). Berfungsi menyimpan daya ke baterai. Mengatur kebutuhan beban. Serta menjaga keawetan baterai.

Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi. Dilaksanakan pada 12–19 November 2025. ’’Hasil pelaksanaan menunjukkan, sistem panel surya mampu menghasilkan listrik sesuai kebutuhan mitra.

Khususnya untuk operasional perangkat alat, komputer administrasi, kompor pemanas malam, dan penerangan galeri,’’ tambahnya. Program ini diharapkan menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung keberlanjutan usaha seni kerajinan batik di Jombang. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Unhasy #energi hijau #Jombang