Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

298 Pembimbing Mulok di Jombang Ternyata Belum Diangkat PPPK Paruh Waktu, Ini Penyebabnya

Wenny Rosalina • Jumat, 14 November 2025 | 14:05 WIB

 

SEMANGAT: Nurul Afrida, pembimbing muatan lokal pendidikan diniyah yang belum diangkat menjadi PPPK paruh waktu saat mengajar di SMPN 1 Perak, (13/11).   
SEMANGAT: Nurul Afrida, pembimbing muatan lokal pendidikan diniyah yang belum diangkat menjadi PPPK paruh waktu saat mengajar di SMPN 1 Perak, (13/11).  

Radarjombangid - Sebanyak 298 pembimbing muatan lokal (mulok) SMP di Kabupaten Jombang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Rinciannya, 186 pembimbing mulok keagamaan dan 112 pembimbing pendidikan diniyah.

’’Pada pengangkatan PPPK paruh waktu kemarin, baru 78 pembimbing mulok keagamaan dan 29 pembimbing pendidikan diniyah yang sudah diangkat,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, kemarin.

Menurutnya, dinamika di lapangan menjadi salah satu faktor mengapa proses pendataan dan pengangkatan belum sepenuhnya tuntas.

’’Banyak pembimbing yang keluar masuk, baik karena mengundurkan diri, ikut suami ke luar daerah, maupun kembali ke daerah asal setelah lulus kuliah atau mondok,’’ terangnya.

Kondisi ini menyebabkan sebagian nama belum tercatat dalam database kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sedangkan database BKN menjadi salah satu syarat utama untuk mendaftar PPPK formasi tahun 2024.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya melakukan pemutakhiran data agar pembimbing yang aktif mengajar bisa segera terakomodasi dalam proses pengangkatan PPPK paruh waktu berikutnya.

’’Kami terus berkoordinasi dengan lembaga terkait agar data yang masuk valid dan tidak ada pembimbing aktif yang terlewat,’’ ujarnya.

Di SMPN 1 Perak ada empat pembimbing mulok. Terdiri dari dua pembimbing mulok keagamaan dan dua pembimbing pendidikan Diniyah.

Dari jumlah itu, hanya dua yang diangkat sebagai PPPK paruh waktu.

’’Yang diangkat P3K paruh waktu hanya dua pembimbing, yaitu pembimbing mulok keagamaan.

Karena mereka sudah mengikuti tahapan tes dari awal sampai akhir dan mereka namanya terdaftar di database BKN,’’ kata Kepala SMPN 1 Perak, Parsum Sukowibowo.

Sementara dua pembimbing pendidikan diniyah belum diangkat karena tidak mengikuti seleksi. ’’Mungkin karena punya pilihan lain sehingga memilih tidak mengikuti seleksi,’’ ucapnya.

SMPN 1 Perak juga memiliki satu pembimbing mulok keagamaan yang merupakan pembimbing MOU dari SMP Arrahman Perak yang juga belum diangkat. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#mulok #Diniyah #Guru #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #Jombang #seleksi #pengangkatan #Dinas P dan K Jombang #PPPK Paruh Waktu #tak lolos