Radarjombang.id – Hari ini guru dan kepala sekolah mulai mengerjakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Khususnya Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Ini wajib diikuti seluruh guru dan kepala sekolah yang terdaftar di data pokok pendidik (Dapodik).
’’Survei lingkungan belajar dilaksanakan mulai 15 September sampai 10 Oktober,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Safak Efendi, kemarin.
Teknis pelaksanaan survei lingkungan belajar tahun ini sama seperti tahun lalu. ’’Survei ini arahnya pada tiga hal utama. Proses pembelajaran, karakter, dan komitmen satuan pendidikan dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas,’’ jelasnya.
Terkait apakah hasil Sulingjar menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran BOS Kinerja, Safak menjawab hati-hati. ”Saya belum bisa memastikan, karena itu kewenangan pusat. Takut salah ngomong. Tapi prinsipnya, BOS Kinerja diberikan kepada sekolah yang manajemennya bagus. Kalau Sulingjar menjadi salah satu indikator, itu sepenuhnya wewenang Kemendikbud,” ujarnya.
Sulingjar sendiri menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kualitas ekosistem belajar di sekolah, yang berbeda dengan asesmen untuk siswa. Survei ini menilai pengalaman guru dan kepala sekolah dalam proses pembelajaran dan manajemen satuan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ngoro, Wiwik Astutik mengatakan seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, wajib mengikuti Sulingjar selama terdaftar di Dapodik dan memiliki akun belajar.id.
”Biasanya soal Sulingjar berbeda dengan soal siswa. Lebih ke arah mutu dan relevansi pembelajaran, serta pengelolaan sekolah,” ungkap Wiwik.
Pelaksanaan Sulingjar cukup fleksibel. Guru bisa mengerjakannya menggunakan fasilitas laboratorium sekolah, atau secara mandiri menggunakan laptop masing-masing. ”Karena mereka sudah memiliki kartu login pribadi,” jelasnya. Dengan waktu pengerjaan yang diberikan selama satu bulan, diharapkan seluruh guru dapat menyelesaikan survei ini dengan baik dan jujur. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto