RadarJombang.id – Program revitalisasi SD di Kabupaten Jombang tahun ini menyerap anggaran sebesar Rp 7,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi maupun pembangunan sarana prasarana pendidikan dasar yang diusulkan melalui aplikasi Dapodik dan ditetapkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Pendidikan Dasar dan Menengah.
’’Sebagian pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Masa pengerjaan 120 hari kalender. Seluruh pekerjaan ditarget selesai maksimal Desember 2025,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, Jumat (29/8).
Revitalisasi dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar. ’’Nilainya berbeda-beda di tiap sekolah, tergantung jenis pekerjaannya,’’ ujarnya.
Di Jombang Rp 7,8 miliar diberikan kepada 14 sekolah. Rinciannya SDN Puton, SDN Karangan 2, SDN Wonomerto 1, SDN Darurejo 1, SDN Mojotrisno, SDN Keplaksari dan SDN Kedungdowo. Juga SDN Bugasurkedaleman 2, SDN Badang 2, SDN Bareng 5, SDN Watudakon, SDN Wuluh 1, SDN Jogoloyo, dan SDN Jombang 2.
Kepala SDN Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Gandes Ciptowati, mengatakan, pihaknya mengusulkan rehabilitasi karena kondisi bangunan sudah lapuk dan membahayakan siswa.
’’Sejak Februari 2024 kelas 5 dikosongkan karena atap dan blandarnya nyaris ambruk. Siswa dipindah ke perpustakaan yang kondisinya juga kurang layak,’’ jelasnya.
Tahun ini SDN Keplaksari mendapatkan alokasi dana Rp 845.885.000 untuk merehab perpustakaan, lima ruang kelas, serta toilet.
Pekerjaan akan dilaksanakan secara swakelola dengan komite sekolah sebagai ketua panitia dan wali murid juga guru sebagai anggota.
Hingga akhir Agustus, pekerjaan belum dimulai karena dana belum bisa diaktivasi.
’’Bendahara kegiatan masih cuti pasca operasi, jadi belum bisa diproses,’’ ungkapnya.
Saat pelaksanaan nanti, siswa sementara belajar di perpustakaan, jika belum dirobohkan. Juga di ruang kelas 1, ruang UKS, dan ruang kepala sekolah. Guru-guru terpaksa berkantor di musala.
Kerusakan parah sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum September 2023. ’’Saya ke SDN Keplaksari kondisinya sudah begini,’’ ucapnya.
Beberapa bagian kuda-kuda dimakan rayap, dan blandar kelas 5 hampir patah. Perbaikan hanya bisa dilakukan seadanya dengan dana BOS yang terbatas.
’’Mungkin atas pertimbangan itulah akhirnya sekolah kami masuk program revitalisasi tahun ini,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW